Khotbah Jum’at

Khotbah Jum’at

Islam Rahmatan Lil Alamin

Oleh : Umar Zain Assegaf

Khotbah Pertama :

 اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ وَفَّقَنَاِلاَدَاءِاْلجُمُعِ وَاْلجَمَاعَاتِ. وَهَدَانَا اِلَى سَبِيْلِ اكْتِسَابِ اَكْمَلِ السَّعَادَاتِ. اَشْهَدُاَنْ لااِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَه ُلاَشَرِ يْكَ لَهُ رَبُّ اْلاَرَضِيْنَ وَالسَّموَاتِ

وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَ نَامُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اْلمؤيَّدُ بِاَفْضَلِ اْلايَاتِ وَاْلمعْجزَاتِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالِهِ وَصَحْبِهِ مَا تَعَاقَبَ اْلاَوْقَاتِ وَالسَّاعَاتِ    أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وِ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ، اِصْبِرُوا وَ صَابِرُوا وَرَابِطُوْا وَ اتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْن

Hadirin yang dirahmati Allah, sungguh kenikmatan yang besar bagi kita semua yang sudah diberi Islam, karena tidak semua Hamba Allah diberi anugerah hidayah Islam ini. Berapa banyak orang yang sampai mati mereka belum kenal Islam, bahkan berapa banyak yang sampai membenci Islam, padahal tanpa Islam, seseorang tidak mungkin akan selamat hidup nya, didunia ini, di alam barzah, di alam mizan, di alam siroth hingga akherat kelak.

Karena, bagaimana dia akan selamat jika dia salah faham terhadap Tuhan, dia menganggap Tuhan yang Maha Suci dengan anggapan yang Tuhan punya putra, punya Ibu, punya serikat dalam mengatur alam ini, dan sebagainya yang kesemuanya sesungguhnya tidak masuk diakal dan nalar kita. Padahal kita sudah diberi akal, hati dan keterangan-keterangan, bahkan informasi tentang Allah SWT yang Maha Esa, yang Maha Suci dari segala sifat-sifat Makhluk sangat mudah didapat, apalagi di zaman maya seperti saat ini, itulah “Mahal” nya Nilai Hidayah.

Hadirin yang dirahmati Allah, jika kita sudah diberi hidayah Islam, maka kita harus benar-benar Islam, dalam artian kita harus Islam dalam semua hal, dalam ber rumah tangga harus Islam, dalam ber teman harus Islam, dalam bekerja harus Islam, dalam jual beli kita juga harus Islam, dalam gaya hidup harus Islam, dalam pola pikir harus Islam, dan dalam ber masyarakat juga harus Islami, jadi kita harus Islam secara keseluruhan, sebagaimana Allah SWT menyuruh kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

Hadirin yang dirahmati Allah, hal yang paling penting dan utama yang harus kita Islamkan pada diri kita adalah pola pikir, karena pola pikir atau mindset ini akan berpengaruh dengan pola hidup, pola berkeluarga, pola bermasyarakat dan yang lain-lain nya, saat pola pikir kita ini sudah Islami maka secara keseluruhan dari hidup kita akan kita usahakan Islami, meski mungkin belum mampu secara sempurna, tapi paling tidak ada usaha kearah itu. Tapi kebalikan nya, saat pola pikir kita ini tidak Islami, atau malah phobia dengan Islam, maka kita akan semakin menjauh dari Islam itu sendiri, meski mungkin bisa jadi ucapan kita sok Islam, pakaian kita sok Islam, sekolah kita sekolah Islam tapi “isi” kepala kita malah menjauh dari Islam.

Kita sebagai orang Islam, harus yakin bahwa tidak ada yang bisa membawa kepada Kemuliaan Umat Manusia, selain Islam, bukan hanya Umat Islam, tapi Umat Manusia, karena Islam ini rahmat untuk seluruh alam, bahkan bukan hanya manusia tapi alam. Kita harus yakin bahwa semakin Umat Manusia itu jauh dari Islam, maka tidak akan mungkin Kemuliaan akan didapatkan, meski dengan diberi judul apapun, selama Umat Manusia ini jauh dari tuntunan Islam maka, Umat Manusia akan semakin sengsara dan bingung, karena Kemuliaan itu hanya bagi Allah dan dari Allah SWT, sebagaimana Allah SWT menyebutkan  :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ

“Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS. Faathir 100)

Hadirin yang dirahmati Allah, sejarah membuktikan, saat Islam itu diterapkan dan diamalkan, maka kemuliaan, keadilan dan kesejahteraan akan dirasakan oleh semua nya. Ingatkah kita kisah Yahudi yang merasa di dzolimi oleh Sayidina Amr bin Ash, saat  Beliau menjabat Gubernur Mesir, kemudian Amr bin Ash akan menggusur rumah Si Yahudi, karena Si Yahudi tidak mau menjual rumahnya, bahkan dengan harga yang tinggi Si Yahudi tetap tidak mau menjual rumahnya, akhirnya rumah itu akan di gusur oleh Sang Gubernur Amr bin Ash, singkat cerita Si Yahudi mengadu kepada Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra, dan ternyata Sayidina Umar membela Si Yahudi karena sudah di dzolimi.

Itulah Islam, itulah orang yang mengamalkan Islam, lalu kenapa ada orang yang merasa takut dengan Islam, merasa bahwa jika Islam itu diterapkan dan diamalkan maka akan ada benturan dengan selain Islam?, bahkan kadang orang Islam nya sendiri ada yang merasa seperti itu, ada yang phobia terhadap Islam sendiri, kenapa sampai seperti itu?

Pertama karena ilmu, karena mereka tidak benar-benar memahami apa itu Islam, secara utuh. Yang kedua karena Media, karena media selalu menampilkan sosok Islam dari orang-orang yang tidak Islami, bahkan bukan hanya tidak Islami, malah bisa jadi memang itu adalah sebuah rekayasa besar yang tujuan nya untuk menakut-nakuti Umat Manusia terhadap Islam.

Padahal jika kita mau lihat sejarah, yang tentunya itu adalah fakta yang tidak bisa disangkal, justru saat Umat Islam yang memegang kendali, saat Umat Islam berkuasa penuh, saat Umat Islam bisa berbuat apapun terhadap yang lain, maka yang mereka rasakan dan mereka dapat kan justru keadilan dan ketenangan. Tidak usah jauh-jauh di zaman Rasulullah SAW, atau di zaman Para Sahabat, atau di zaman Umar bin Abdul Aziz, di zaman kekuasaan Turki Ustmani saja orang-orang Non Muslim merasakan kemuliaan nya.

Sebagaimana kita tahu bahwa para Penguasa Turki di zaman itu sangat Islami, mereka dekat dengan Ulama-ulama, dekat dengan Ahlul Bait Nabi SAW, hingga peninggalan nya bisa kita saksikan saat ini, sampai di Masjid-masjid nya diukir nama Ahlul Bait Nabi SAW, dan mereka dekat dengan Ulama-ulama Sufi. Maka setiap kebijakan penguasa tentunya tidak lepas dari musyawarah dengan mereka selaku penasehat nya.

Lalu, bagaimana kebijakan Para Sultan Turki itu terhadap orang-orang Non Muslim? T.W. Arnold dalam bukunya, The Preaching of Islam, saat menyebutkan perlakuan baik yang diterima non-Muslim yang hidup di bawah pemerintahan nya. “Perlakuan terhadap warga Kristen oleh pemerintahan Ottoman-selama kurang lebih dua abad setelah penaklukkan Yunani-telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa… Kaum Protestan Silesia pun sangat menghormati pemerintah Turki dan bersedia membayar kemerdekaan mereka dengan tunduk pada hukum Islam…Kaum Cossack, yang merupakan penganut kepercayaan kuno dan selalu ditindas oleh Gereja Rusia, menghirup suasana toleransi dengan kaum Kristen di bawah pemerintahan Sultan.”

T.W. Arnold juga menulis, “Saat Konstantinopel dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan atas kaum Kristen dilarang keras dan untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan untuk Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya-hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios bahkan diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri…”

Hadirin yang dirahmati Allah, itulah Islam yang “Rahmatan Lil Alamin”, dan hal ini membahayakan bagi Orang-orang yang Anti Pergerakan Islam, karena jika Dunia tahu Keindahan Islam, maka Dunia akan semakin terpikat oleh Islam, singkat nya Kekuasaan Turki Ustmani pun digulingkan dan diganti oleh Kekuasaan Sekuler, dan mereka berusaha menghambat pergerakan Fundamental Islam dengan menghilangkan semua yang berbau Islam, hingga saat ini. Tentang Pergerakan Islam ini mungkin bisa disampaikan pada Khotbah berikut nya.

Semoga kita semua diberi kecintaan terhadap Islam, kecintaan terhadap Allah SWT, Rasul Nya dan berjuang di jalan Allah SWT. Dan dijauhkan hati dan pikiran kita dari benci kepada Islam dan pergerakan Islam, dijauhkan dari benci kepada Ulama-ulama dan Saudara Sesama Muslim.

Aamiin Allahumma Amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.