Pesantren Madrasah

Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat  peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Berkaitan dengan proses yang sedang dialami oleh remaja, maka peran orang tua, pendidik, maupun masyarakat sangat penting untuk perkembangannya menuju kedewasaan. Remaja harus selalu mendapat bimbingan dan pendampingan agar menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara.

Yayasan Wakaf Masjid Assagaf memberikan perhatian terhadap kondisi remaja muslim saat yang digempur dengan banyaknya cobaan. Kehidupan yang bebas, penuh persaingan dan derasnya laju teknologi menghadirkan godaan dan rayuan yang dapat menjauhkan mereka dari nilai-nilai hidup Islami. Adanya Pesantren Madrasah yang diperuntukkan bagi remaja Muslim diharapkan dapat memberi dasar dan menata kehidupan mereka. Mengikuti tauladan yang berakhlaq tinggi dan mulia yaitu Rasulullah SAW. Berdiri di jalan yang penuh nilai-nilai luhur para ulama’ dan orang-orang shalih. Pesantren Madrasah diharapkan juga menjadi dasar bagi para remaja muslim agar hidup mandiri, menjalankan kewajiban seorang Muslim, dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menjadi warga yang baik.

Maksud dari penyelenggaraan Pesantren Madrasah adalah untuk membiasakan siswa dengan keseharian ibadah dengan didukung suasana Masjid sekaligus mengisi waktu-waktu para siswa di luar sekolah. Penyelenggaraan Pesantren Madrasah memiliki target dan tujuan agar santri dapat membiasakan ibadah sebaik-baiknya, seperti shalat berjamaah, mengaji al-Qur’an, dan menghadiri majlis ilmu. Santri dapat meniru akhlak Rasulullah SAW dalam bergaul dengan siapapun, baik kepada orang tua, guru ataupun sesama. Dapat menerapkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Santri dapat belajar agama ataupun pelajaran umum untuk meraih cita-cita, dapat hidup mandiri dengan semangat tinggi dan mempunyai jiwa sosial dan peduli sesama.

Manfaat yang dapat diperoleh santri selama mengikuti Pesantren Madrasah antara lain, santri dapat belajar lebih intensif dalam ilmu agama tanpa mengganggu aktivitas pendidikan formal yang sedang ditempuh. Fasilitas dan akomodasi yang memadai dapat mengurangi kebutuhan selama kegiatan. Berbagai kegiatan disesuaikan dengan kondisi santri yang masih remaja sehingga mudah untuk diikuti. Dan, melatih santri untuk mandiri tetapi tanpa merasa terbebani

Pesantren Madrasah ditujukan untuk remaja laki-laki atau perempuan yang menempuh pendidikan di sekolah menengah tingkat pertama (SMP), dan atau tingkat SMA. Jumlah peserta atau santri pada Pesantren Madrasah antara 20-30 orang. Yayasan Wakaf Masjid Assegaf membuka diri untuk bekerja sama dengan lembaga pendidikan formal untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Pada dasarnya, aktivitas yang dilakukan selama Pesantren Madrasah seperti kegiatan yang dilakukan oleh remaja setiap harinya. Hanya saja, dalam Pesantren Madrasah mereka dibimbing dan didampingi untuk hidup mandiri, taat beribadah, diisi kegiatan yang bermanfaat sejak bangun tidur hingga beranjak tidur kembali.

Santri menjalankan shalat rawatib berjamaah setiap hari lengkap dengan berbagai dzikir dan doa-doa. Mengikuti aktivitas di sekolah formal seperti biasa, atau saat liburan sekolah. Mengikuti beragam majelis ilmu yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Assagaf setiap harinya. Menjaga kerapihan dan kebersihan diri dan tempatnya berkegiatan. Mengikuti kegitan sosial di beberapa tempat yang telah dipilih. Bermuamalah dengan sesama peserta maupun para ustadz pembimbing. Terdapat peraturan yang harus ditaati dan sanksi sebagai konsekuensi bagi yang melanggar.

Untuk mempermudah dalam beraktivitas, santri dikelompokkan dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok memiliki seorang ketua dan didampingi oleh seorang Koordinator Lapangan/Pendamping

Setiap periode tersebut disebut dengan Angkatan. Yayasan Wakaf Masjid Assagaf menyelenggarakan beberapa Angkatan dalam setiap tahun. Setiap angkatan mengikuti kegiatan Pesantren Madrasah selama 6 hari, dimulai hari Senin sore setelah Ashar, dan ditutup hari Sabtu siang setelah Dhuhur.

Lokasi utama pelaksanaan Pesantren Madrasah Putra di Masjid Jami’ Assagaf, dan Pesantren Madrasah Putri di Masjid Riyadh Gurawan, Jalan Kapten Mulyadi Pasar Kliwon, Surakarta. Terdapat beberapa lokasi pendukung yang digunakan untuk aktivitas santri selama mengikuti Pesantren Madrasah.

Unsur atau komponen yang terlibat baik secara langsung dalam Pesantren Madrasah adalah Yayasan Wakaf Masjid Assegaf sebagai pihak penyelenggara. Dalam suatu kegiatan memungkinkan untuk melibatkan pihak lain, seperti lembaga pendidikan asal peserta atau santri. Yayasan Wakaf Masjid Assagaf sebagai pihak penyelenggara membentuk dan menentukan susunan panitia pelaksana Pesantren Madrasah.

Selama mengikuti Pesantren Madrasah, santri diwajibkan mengikuti semua kegiatan pesantren sesuai jadwal. Tidak membawa hp, laptop, gadget, dan segala peralatan elektronik lainnya. Tidak keluar dari lokasi utama tanpa izin panitia.

Apabila melanggar jadwal kegiatan, maka akan diberi sanksi berupa mengaji al-Qur’an atau ibadah lainnya. Jika kedapatan membawa peralatan elektronik, maka akan disita dan dikembalikan setelah selesai pesantren. Apabila keluar tanpa izin, maka diberi sanksi berupa menghafal surat al-Qur’an atau shalat.

Selama mengikuti Pesantren Madrasah, disediakan fasilitas dan akomodasi bagi setiap santri berupa tempat menginap santri, tempat tidur, loker tempat pakaian dan buku bagi setiap santri, konsumsi makan tiga kali, buku panduan, ID card dan piagam, buku notes untuk mencatat, hadiah bagi santri yang berprestasi dan laundry untuk pakaian

Selama mengikuti Pesantren Madrasah, dilakukan penilaian terhadap santri baik secara individu maupun kelompok. Terdapat kegiatan cerdas cermat untuk menilai kemampuan para santri. Penilaian tersebut sebagai tolok ukur kemampuan santri selama mengikuti kegiatan. Selain itu, penilaian tersebut sebagai dasar penentuan santri berprestasi setiap angkatan.    Selama  penyelenggaraan Pesantren Madrasah diperlukan dana untuk memperlancar kegiatan. Dana tersebut berasal dari iuran peserta, para donatur maupun dari Yayasan Wakaf Masjid Assegaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.