Pelajaran Bahasa Arab

Sayidina Umar Ibnu Al Khaththab radhiyallaahu ‘anhu :

“Hendaklah kalian bersemangat dalam mempelajari bahasa Arab, karena Bahasa Arab itu merupakan bagian dari agama kalian”.

Bulan Oktober 2014, Masjid Jami’ Assagaf Surakarta menghadirkan forum baru untuk pembelajaran bagi umat Muslim. Namanya Pelajaran Bahasa Arab. Tujuannya sudah tentu untuk menambah dan meningkatkan keilmuan bahasa Arab bagi para santri. Bahasa Arab adalah bahasa surga. Bahasa Al Qur’an. Dan bahasanya pemimpin umat manusia, Rasulullah Muhammad saw. Sudah sepantasnya, dan menjadi sebuah nilai lebih bagi setiap Muslim yang menguasai bahasa arab. Masyarakat kota Solo dan sekitarnya umumnya menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia untuk percakapan sehari-hari. Bahasa Arab umumnya hanya digunakan berkaitan dengan aktivitas ibadah atau pada komunitas tertentu. Untuk itu, Pelajaran Bahasa Arab ini dirasa penting bagi masyarakat, utamanya yang belum menguasai secara tepat.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat umum untuk menarik minat mereka yang ingin bergabung, menimba ilmu seputara Bahasa Arab. Proses sosialisasi dan promosi berlangsung selama hampir dua minggu melalui selebaran di berbagai tempat sekitar Masjid Jami’ Assagaf. Untuk angkatan pertama, pendaftaran dibuka sejak tanggal 15 hingga 30 September 2014. Persyaratan bagi calon peserta adalah laki-laki Muslim tentunya, berusia minimal 12 tahun serta bisa membaca dan menulis Al Qur’an. Diluar dugaan, minat masyarakat untuk ikut dalam program ini luar biasa. Sementara, kuota untuk jumlah peserta angkatan pertama hanya dipatok 15-20 orang. Ini dimaksudkan agar proses belajar dapat berlangsung secara intensif dan efektif. Pendaftaran dilakukan di Sekretariat Masjid Jami’ Assagaf Surakarta. Calon peserta mengisi nama, alamat dan nomor telpon atau HP yang bisa dihubungi. Selanjutnya tinggal menunggu waktu pelaksanaan seleksi.

Guna menyaring para peserta, dilakukan proses seleksi untuk memilih peserta yang memiliki batas minimal kemampuan yang disyaratkan, serta keseragaman pengetahuan mereka seputar bahasa arab. Panitia memberitahukan kepada calon peserta tentang waktu dan tempat seleksi melalui pesan singkat (SMS). Tibalah waktu pelaksanaan seleksi. Sepintas proses seleksi dilakukan secara sederhana. Calon peserta diminta untuk membaca sejumlah ayat Al Qur’an. Setelah itu, tahapan selanjutnya adalah peserta diminta menuliskan ayat Al Qur’an yang dibacakan oleh seorang penguji tanpa mencontoh tulisan dari Al Qur’an. Setelah dikumpulkan hasil seleksi, maka diperoleh sejumlah nama yang dinilai tepat dan sesuai dengan persyaratan untuk menjadi peserta angkatan pertama Pelajaran Bahasa Arab. Nama-nama tersebut kemudian dihubungi kembali untuk memberitahukan bahwa mereka diterima menjadi peserta, dan untuk mengikuti pelajaran hari pertama. Adapun calon peserta yang tidak lulus seleksi tetap ditampung untuk kemungkinan pelaksanaan Pelajaran Bahasa Arab angkatan selanjutnya.

Di awal bulan Oktober 2014, Pelajaran Bahasa Arab mulai berjalan di Masjid Jami’ Assagaf. Bertempat di lantai 2 bangunan masjid. Setiap satu minggu dilakukan dua kali tatap muka, yaitu pada hari Selasa dan Jum’at. Berlangsung kurang lebih satu jam dimulai pukul 20.00 WIB atau setelah shalat isya’ berjamaah. Ustadz pengajar pun berbeda dalam setiap pertemuan. Beliau adalah Ustadz Alwi bin Ali al Habsyi dan Ustadz Ja’far bin Ali Assagaf. Panitia juga menyediakan buku panduan untuk bahasa Arab yang dibagikan kepada seluruh peserta. Untuk hari Selasa, materi pembelajaran adalah percakapan bahasa Arab dan pelajaran tentang shorof diasuh oleh Ustadz Ja’far bin Ali Assagaf. Sedangkan pada hari Jum’at mempelajari tentang tatabahasa yang disertai dengan praktek pula dibawah bimbingan Ustadz Alwi bin Ali al Habsyi. Panduan belajar yang digunakan untuk Pelajaran Bahasa Arab adalah kitab Al ’Arabiyah Baina Yadaik untuk percakapan. Sementara untuk tata bahasa, kitab yang digunakan antara lain Annahwul Wadhih, Kalimatul Af’al al Yaumiah, dan Kalimatul Asma’ al Yaumiah.

Dalam setiap pertemuan, para peserta tampak antusias mengikuti keseluruhan kegiatan. Terlibat aktif dalam pembahasan materi yang disampaikan oleh ustadz. Sedikit tantangan adalah kesibukan dan usia yang berbeda dari masing-masing perserta. Hal tersebut membuat daya tangkap serta daya ingat seputar materi juga berbeda. Namun demikian tidak mengganggu berlangsungnya proses pembelajaran secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.