Kelahiran Rasulullah SAW

Tak akan ada habisnya jika kita membaca, mempelajari, dan meneladani kisah manusia teragung di muka bumi ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam. Sekitar 1500 tahun yang lalu, sosok mulia tersebut dilahirkan sebagai rahmat bagi alam semesta ini oleh Sang Pencipta. Beliau adalah Sayyiduna Muhammad putra Abdulloh putra Abdul Muttholib yang bergelar Syaibatul Hamd yang di puji kelakuan- kelakuan beliau yang amat luhur. Beliau putra Hasyim yang nama aslinya adalah ‘Amr, putr ‘Abdi Manaf, beliau bernama Mughiroh yang amat tinggi perangainya. Putra Qushoy yang nama aslinya adalah Mujammi’. Beliau mendapat julukan Qushoyy ( jauh ) di sebabkan kejauhan beliau di negeri Qudlo’ah yang amat jauh, sampai ahirnya beliau di kembalikan oleh Alloh SWT ke tanah Harom hingga beliau menjaga tanahnya yang dipagar.  Beliau putra Kilab yang nama aslinya adalah Hakim, putra Murroh, putra Ka’b putra Luayy putra Gholib putra Fihr yang nama aslinya adalah Quroisy dan kepadanya–lah suku- suku Quroisy di nisbahkan. Sedangkan bangsa yang di nisbahkan di atas beliau di sebut bangsa Kinany, sebagaimana pendapat yang di pilih dan di restui oleh kebanyakan para Ulama’. Putra Malik putra Nadlr putra Khuzaimah putra Mudrikah putra Ilyas, orang yang pertama kali menghadiahkan onta untuk tanah harom dan di tulang rusuknya terdengar Nabi SAW berdzikir dan membaca talbiyah. Beliau adalah putra Mudlor putra Nizar putra Ma’add putra ‘Adnan.

Ini semua adalah kalung yang intan- intannya di tata oleh jemari Sunnah yang luhur. Selanjutnya, nasab ini tidak di perkenankan untuk di tinggikan lagi oleh Nabi SAW. Namun yang jelas, ‘Adnan berintisab sampai ke Nabi Isma’il Adzzabih menurut para ahli di bidang nasab. Sungguh.. sangat mena’jubkan keagungan ( nasab yang mirip ) kalung yang berkilau bintang- bintangnya yang bersinar ! !. Bagaimana tidak ?, toh yang berada di tengahnya adalah Sayyid yang sangat mulya !.

Itulah nasab (keturunan ) yang oleh sebab perhiasannya , di sangka oleh keluhuran bahwa intang- bintangnya di kalungi oleh bintang Jauza’. Sungguh menyenangkan kalung kebesaran dan keagungan yang mana engkau- lah kalung itu yang tiada duanya.

Sungguh mena’jubkan mulyanya nasab yang di sucikan oleh Alloh SWT dari perzinahan jahiliyah. Azzain Al’iroqy telah mengajak penimbanya ( datang ) di tempat airnya yang enak dan ( maksudnya ) telah meriwatkannya.

 “Tuhan telah menjaga – demi memulyakan Nabi Muhammad SAW- bapak- bapaknya yang mulya, demi menjaga namanya. Mereka tinggalkan perzinahan, hingga tiada terhampiri oleh aibnya zina, mulai dari Nabi Adam sampai ayah  dan ibunya.”

Mereka adalah para orang mulya yang cahaya kenabian beredar di dalam garis- garis dahi yang bersinar, dan sang purnama terbit di kening neneknya, yaitu ‘Abdil Muttholib dan putranya, yaitu ‘Abdillah.

Setelah kehendak Alloh SWT memunculkan hakikat Nabi Muhammad SAW dan menjelmakannya secara jasmany dan ruhany, maka Dia meminahkannya ke tempat persinggahan-nya, yaitu kandungan Sayyidah Aminah Azzuhriyah yang mirip dengan penyimpanan mutiara. Memang, ia di sepesialkan oleh- Nya menjadi ibu Nabi Mushthofa. Di langit dan di bumi di umumkan bahwa S. Aminah menandung Nabi Muhammad yang bercahaya. Bagi setiap orang yang merindukan tambah merindukannya agar bias menghirup udara segarnya. Bumi yang telah lama gersang menjadi terhiasi oleh tumbuh- tumbuhan yang mirip dengan pkian sundus. Buah- buahan menjadi matang dan pepohonan mengayunkan buahnya pada orang yang ingin memetiknya. Setiap binatang yang di miliki suku Quroisy dengan jelas menyuarakan di kandung-nya Nabi SAW. Kursi- kursi kerajaan dan berhala- berhala terjugkal di wajah dan mulutnya. Binatang- binatang liar di timur dan barat dan yang berada di lau ikut bergembira. Seluruh alam ikut meneguk gelas- gelas kegembiraan. Para jin di hibur dengan dekatnya kelahiran Nabi SAW, ramalan- ramalan tukang ramal menjadi tidak tepat, kependetaan menjadi ketakutan. Setiap orang pintar dan tahu rindu dengan kabar ini, dan mereka di buat bingung dengan keindahan beliau. Di saat sedang tidur, ibu Aminah di datangi seseorang dan di katakan padanya, “Sungguh, engkau sedang mengandung pemimpin seluruh jagad dan orang terbaik dari mereka. Maka jika engkau sudah melairkan- nya, maka berilah nama ‘Muhammad’ ( orang yang banyak di puji ), karena pada akhirnya akan banyak di puji.”

Setelah beliau genap di kandung selama dua bulan menurut qoul masuhur yang di ridloi, di Almadinah Almunawwaroh abah beliau ( S. ‘Abdulloh ) di panggil pulang oleh Alloh SWT. Sebelum itu, beliau mampir lewat di paman- paman- nya, yaitu Bani ‘Ady ( suku kecil Bani Najjar ). Beliau berada di tengah- tengah mereka selama satu bulan dalam keadaan sakit dan di rawat oleh mereka. Dan setelah genap sembilan bulan qomariyyah menurut qoul yang rojih, dan sudah saatnya zaman bersih dari karat, maka di malam kelahirannya ibunya di datangi oleh Asiyah ( istri ‘Fir’aun ) dan S. Maryam bersama rombongan para wanita yang suci. Dan ahirnya Ibu Aminah bersalin dan melahirkan- nya dalam keadaan bercahaya yang sangat bersinar dari atasnya.

Wajahmu bagaikan mentari berinar. Malam yan cerah semakin cerah. Itulah malam kelahiran yang menjadikan agama menjadi gembira dan berseri. Di hari itu, putri Wahab ( S. aminah mendapatkan keagungan yang tidak bisa di raih banyak wanita. Ia mendatangi kaumnya dengan membawa anak yang utamanya melebihi yang di kandung oleh S. Maryam ( ‘Isa AS ). Kelahiran yang membawa kerusakan dan musibah pada munculnya kekufuran. Suara- suara yang berisi kabar gembira terus berbunyi, demi memberi sambutan kelahiran Nabi yang terpilih SAW, dan tibalah keni’matan.

Belau SAW terlahir dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di atas tanah, mengangkat kepalanya ke langit yang tinggi. Dengat isyarat ( pratanda )ketinggian beliau di atas segala mahluk. Oleh sebab beliau adalah orang yang di kasihi yang amat baik perangai dan budinya. ( Saat itu ) ibunya memanggil S. ‘Abdil Muttholib yang sedang bertawaf di bangunan itu ( Ka’bah ). Lalu bergegas kemabli dan melihatnya dan beliau sampai di ujung kegembiraan. Lalu beliau membawanya masuk di dalam Ka’bah yang cerah dan berdoa dengan ketulusan hati. Beliau bersyukur pada Alloh SWT atas pemberian ini.

Beliau SAW di lahirkan dalam keadaan bersih dan sudah bersunat dengan kekuasaan Tuhan, harum, berminyak, dan bercelak kedua matanya dengan celak hasil perhatian Tuhan. Namun ada yang mengatakan bahwa beliau di sunat oleh neneknya setelah berumur genap tujuh hari. Lalu beliau mengadakan walimah dan memberinya nama Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam, dan memulyakan kedudukannya.

Di saat kelahiran Nabi SAW terjadi banyak keanehan gaib, sebagai dasar nubuwahnya dan agar di ketahui bahwa beliau adalah orang yang di pilih oleh-Nya. Langit di tambah penjagaan-nya dan setan- setan yang nakal di tolak dari langit. Dan setiap setan yang ingin naik ke langit di hantam. Bintang- bintang yang berkilau mendekat pada beliau dan menyebabkan dataran tinggi dan rendahnya tanah Harom menjadi bersinar. Bersamaan dengan kelahiran beliau, muncul cahaya yang sinarnya sampai menerangi gedung- gedung Kaesar yang berada di Syam. Dan setiap orang yang berada di Makkah bias melihat cahaya ini. Pagar yang ada di kota Kisro ( Iran ) saat itu pecah, padahal telah di bangun dengan megah oleh raja Anu Syarwan. Bahkan menaranya yang berjumlah empat belas ikut terjatuh. Kerajaan Kisro ( Faris ) hancur ( saat itu ), oleh saking dahsyatnya kelahiran Nabi SAW. Api yang di sembah di kerajan Persia menjadi padam oleh sebab terbitnya Sang Purnama yang bersinar wajahnya. Danau Sawah yang terletak di antara Hamadzan dan Qumm di negeri ‘ajam ( luar arab ) menjadi kering dan sumber- sumbernya menjadi mati oleh sebab. Lembah Samawah yang terletak di antara daratan dan padang belantara yang sebelumnya sama sekali tidak ada airnya untuk orang yang dahaga, menjadi penuh.

Beliau SAW di lahirkan di tanah Makkah, yaitu negeri yang tidak boleh di petik pepohonan- nya. Sedangkan mengenai tahun, bulan, dan hari kelahiran- nya, banyak beda pendapat dari para ‘Ulama. Namun qoul yang paling unggul mengatakan bahwa Beliau lahir di saat fajar hampir terbit di hari Senin tanggal dua belas bulan Robi’ul Awwal dari tahun Gajah yang mana telah di halau oleh Alloh SWT dari memasuki tanah Haram.

Keistimewaan, keunggulan, dan berbagai keajaiban dalam kisah di atas yang menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam patut selalu dilestarikan, walau telah berabad-abada yang lalu. Sebab, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, umat Islam bukan hanya bersama-sama dalam satu kesatuan mengungkapkan kecintaannya pada Nabi-nya dalam berbagai ekspresi. Namun, dalam peringatan itu, kita sedang dituntun mengingat kembali episode demi episode dari kehidupan Nabi Saw. Sebab, dalam setiap episode kehidupannya mengandung keteladanan, kebijaksanaan dan nilai-nilai kepemimpinan yang patut kita teladani dan praktekkan dalam diri dan kehidupan kita.

Karen Armstrong dalam karyanya yang terkenal berjudul Muhammad; Prophet for Our Time, keteladanan Muhammad Saw sebagai sosok manusia yang telah sukses dalam membangun peradaban umat manusia dengan niali-nilai kebijaksanaan dan kepemimpinan menjadikan upaya mempelajari dan memperingati setiap episode kehidupannya tak lagi hanya diminati doleh umat Islam, tapi oleh komunitas non-Muslim yang menghendaki pelajaran berharga tentang kebijaksanaan.

Maka, sudah sepatutnya bagi kita selaku umat Islam untuk terus melestarikan momentum dan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Namun, tak berhenti sebatas pada ritual semata. Namun, merefleksikan dan mempelajari keteladanannya guna menjadi panduan bagi kita dalam mengarungi samudera kehidupan ini.

Sumber :

Terjemah Al Barzanji karangan Syekh Ja’far bin Hasan man ilal Barzanji

http://warkopmbahlalar.com/224/terjemah-al-barzanji-halal-di-copas/

http://www.mizan.com/news_det/selamat-memperingati-maulid-nabi-muhammad-saw.html

dengan tambahan dari editor.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.