Masjid Jami’ Assagaf Solo

Masjid Assegaf Lama pakai lis 1

Bangunan Pertama Masjid Jami' Assagaf

Masjid Jami’ Assagaf, demikian namanya. Pada tahun 1344 H, Al Habib Abubakar mendapat sebidang tanah dari Paku Buwono X yang kemudian dibangun diatasnya sebuah masjid. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Al Habib Al Qutub Abubakar bin Muhammad Assagaf, yang diteruskan dengan pembangunan masjid. Ketika selesai dibangun, beliau mendapat isyarah untuk memberi nama masjid itu dengan nama Masjid Assagaf. Habib

Habib Abubakar bin Muhammad Assagaf

  Dengan izin Allah SWT, Masjid Assagaf semakin berkembang hingga saat ini. Niat yang tulus karena Allah SWT yang menjadikan masjid ini berwibawa dan membuat jamaah atau pengunjung merasa sejuk dan tenang. Terdapat beberapa peristiwa penting yang mengiringi perkembangannya. Yang pertama saat selesai pembangunan Masjid Assagaf ini, beberapa sholihin bertanya kepada Habib Abubakar Assagaf tentang letak mihrab, lalu dijawab oleh beliau Insya Allah besok kita tentukan dimana letaknya. Lalu pada malam harinya beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dan diberi petunjuk tentang letak mihrab yang hingga saat ini letaknya tidak pernah berubah. Peristiwa penting lainnya adalah terjadi pada tahun 1981 yaitu wafatnya imam yang keempat Al Habib Abdulqadir bin Abdurrahman Assagaf. Beliau wafat dalam posisi sujud terakhir pada saat menjadi imam sholat jumat. Beliu pula yang telah merenovasi bangunan lantai dua yang bisa kita saksikan sekarang. Setelah Al Habib Abdulqadir bin Abdurrahman Assagaf wafat, imam masjid diganti oleh Habib Idrus Alaydrus sebagai imam sementara, dan secara resmi diganti oleh Habib Abdillah bin Ali Assagaf selama kurang lebih 18 tahun. Saat ini, yang menjadi imam adalah putra Al Habib Abdulqadir bin Abdurrahman Assagaf yaitu Habib Jamal bin Abdulqadir Assagaf. masjid jami' assagaf 1

Tampilan Masjid Jami' Assagaf setelah renovasi tahun 2012

Sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk senantiasa menjaga dan memakmurkan masjid baik secara fisik maupun dalam bentuk kegiatan. Pembinaan ilmu dan akhlaq yang saat ini hampir setiap hari tidak pernah kosong. Apalagi ketika bulan Ramadhan. Semoga kita selalu diberi kekuatan dan senantiasa istiqamah dalam menghidupkan dan memakmurkan masjid-masjid Allah. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *