KALAM SALAF (MASUK SURGA TANPA HISAB)
Hadits , Tasawuf , Umum / 16 September 2017

Kalam Salaf :  Habib Muhammad Bin Hadi Assegaf Beliau mengutip satu hadist Nabi S.A.W, yang artinya : Nanti di yaumil qiyamah Alloh akan bangkitkan manusia dalam keadaan telanjang, tidak memakai sandal dan tidak memakai sesuatu apapun pada tubuh nya. Mendengar hadist ini, Sayidatina Aisyah kemudian berkata : “Ya Alloh, betapa aib itu akan terbuka nanti, karena satu sama lain nya akan dapat melihat aurat nya”. Kemudian Rosululloh menjawab :” mereka pada saat itu akan tersibukan dengan diri nya masing-masing. Semua manusia akan mengatakan dihari itu nafsi-nafsi.  Sehingga tidak sempat mereka melihat aurat satu sama lain nya”. “Di saat itu manusia tidak akan kenal satu sama lain, Seorang ayah tidak akan mengenal Anak nya, anak tidak akan kenal ibu nya, ibu tidak akan mengenali anak perempuan nya. Padahal itu adalah buah hati nya. Ia akan di tinggalkan karena khawatir kalau anak akan  meminta tanggung  jawab di hadapan Alloh, dan menetun orang tua nya. Akan tetapi, diantara yang dikumpulkan di mahsyar ada orang-orang yang beramal soleh ketika dimuka bumi.  Mereka akan diberikan tunggangan oleh Alloh dan akan terbang sampai di depan pintu surga . Kemuadian malaikat bertanya:” apakah kamu tadi melewati sirot? Apakah kamu tadi merasakan hisab? Apakah kamu tadi mendapatkan kitab?…

HAK SEORANG ISTRI
Hadits / 22 Agustus 2017

Dalam Kitab RiyaduSholihin di sebutkan sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh, Muawiyah bin haidah R.A , Beliau berkata : “aku bertanya pada Rosululloh. Ya Rosululloh apa hak nya istri atas suami?” Pada hadist tersebut muawiyah bertanya tentang hak seorang istri, maka ini juga bermakna kewajiban seorang suami kepada istri nya. Rosululloh menjawab : Berikan kepada nya makanan yang layak. maksud nya yaitu, seorang suami harus memberikan kebutuhan makanan kepada istri nya, makanan yang layak di makan tanpa berlebih-lebihan. Berikanlah pakaian kepada nya sebagaimana engkau memakai nya. maksud nya yaitu, memberikan pakaian yang layak untuk istri, pakaian yang menutup aurat nya dan menjaga kehormatan nya. Bukan memberikan istri atau membiarkan istri mengenakan pakaian yang justru merendahkan kehormatan nya sebagai seorang wanita, yaitu pakaian yang menunjukan bentuk tubuh nya dan aurat nya. Sehingga yang seharus nya hanya dapat di lihat oleh suami nya saja, namun justru malah dapat dilihat oleh laki-laki lain yang bukan mahrom nya.  Kehormatan seorang istri adalah mencerminkan kehormatan suami nya. Apa bila seorang istri mengumbar aurat nya, maka itu cerminan bahwa sang suami yang tidak bisa menjaga dan mendidik istri nya. Jangan engkau memukul wajah nya. maksud nya yaitu, seorang suami tidak boleh melukai wajah isti nya karena wajah…

SOLAWAT
Hadits , Tasawuf / 19 Juli 2017

Dalam sebuah riwayat di sebutkan :  Bahwa Alloh menciptakan satu malaikat yang memiliki sayap yang sangat besar. Sayap yang kanan besar nya sampai barat nya dunia. Sayap Yang kiri sampai paling timur nya dunia. Kepala nya menembus langit paling atas, kaki nya menembus bumi yang paling bawah. Diriwayatkan pula pada sayap nya terdapat bulu, yang jumlah nya sebanyak mahluk Alloh yang ada di muka bumi ini. Apabila ada seseorang yang bersolawat kepada Rosululloh baik laki-laki atau pun perempuan. Maka Alloh perintahkan malaikat ini untuk menyelam kedalam sungai yang terbuat dari cahaya alloh yang terletak di bawah Ars Alloh. Setelah itu malaikat tersebut keluar dari sungai tersebut.  Kemudian mengibaskan sayap nya. Setiap satu bulu meneteskan satu tetesan air. Dan setiap satu tetes air, Alloh ciptakan satu malaikat. Yang kemudian, malaikat malaikat tersebut beristigfar memintakan ampun kepada Alloh untuk orang yang membaca solawat tadi. Malaikat-malaikat tersebut memintakan ampun sampai hari kiamat. Berkata sebagian ahli hikmah. Selamat nya jasad letak nya pada sedikit nya makan. Dan selamat nya ruh manusia dengan sedikit nya perbuatan dosa. Dan keselamat agama terletak pada solawat kepada rosul. Bersolatawat disini dengan penuh kecintaan, solawat yang hakiki, tidak hanya sekedar membaca dengan lisan, tapi juga menjalankan sunah nabi dalam…

Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban
Hadits / 9 Mei 2017

Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban Tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban telah banyak hadits dari Nabi Muhammad SAW diantaranya adalah : Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shohih yaitu : Dari Sayyidah Aisyah ra beliau berkata : “Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Ghorqod” maka beliau bersabda “Apakah engkau khawatir Alloh dan Rasulnya akan menyia-nyiakanmu?” Kemudian aku berkata : “Tidak wahai Rasulullah, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Alloh menyeru hambanya di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak)”. (HR. Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shohih). Domba Bani Kilab adalah gerombolan Domba terbanyak di Jazirah Arab di waktu itu. Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah bersabda, “Apabila tiba malam Nishfu Sya’ban, shalatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Alloh menyeru hambanya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman, “Adakah yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah…

PENTING!!! Waspadai Dua Hal Dengan Dua Hal ini!
Akhlaq , Al Qur'an , Hadits , Tasawuf , Topik , Umum / 9 Januari 2017

Mewaspadai Dua Hal Dengan Dua Hal Lainnya “Ambisi di dalam memiliki harta merupakan bencana dalam agama,sementara  tamak terhadap kedudukan merupakan kebinasaan di dalam urusan agama sekaligus harta. “ (Imam Abdullah Al-Haddad)   Ada dua hal yang bisa diambil pelajaran dari ungkapan di atas : pertama adalah mewaspadai bahaya harta. Bahayanya terletak pada munculnya sifat tamak/ketamakan dan ambisinya untuk menjadi orang kaya tanpa mengukur kemampuannya. Yang pada akhirnya, seseorang bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Sekalipun untuk itu ia menipu, mengkorupsi dana. Shalat pun  ia korbankan; pegawainya tak diperkenankan shalat dengan dalih meminimalisir kerugian akibat waktu yang ‘terbuang’ untuk shalat. Jelas, ambisi harta menyeret kepada kerusakan agama. Yang lebih membuat bulu kuduk kita merinding adalah ada beberapa kalangan pengusaha yang ingin mendapatkan pesanan yang banyak, calon pembelinya, disuguhi pelacur, diservice, mulai hotel plus penghiburnya dan lain sebagainya. Kedua, yang lebih lebih berbahaya ialah mewaspadai bahaya ambisi atas jabatan/kehormatan. Ambisi dalam hal ini tidak saja menyeret kebinasaan pada agama tapi juga hartanya. Contoh, demi mencari popularitas, ia gelontorkan milyaran rupiah, menyuap, menghutang, menjual harta.  Dalam kasus kampanye misalnya, demi meraup simpati massa, seorang Calon Legislatif/calon Bupati walikota atau Gubernur mencari biduan, penyayi top untuk menghibur massa. Sejatinya, kita sebagai hamba Allah…

Scroll Up