Perumpamaan Ampunan Allah
Sesaat Manfaat , Tasawuf / 20 Agustus 2014

Aisyah namanya, ia masih berusia tujuh tahun. Tahun ini adalah tahun pertamanya di sekolah dasar. Prestasinya biasa saja karena kami tidak ingin memaksanya belajar setiap kali ulangan atau tes evaluasi belajar. Meski begitu ia putri yang pandai menurut saya karena seringnya ia membuka pembicaraan dengan topik yang mungkin tidak pernah kita duga. Sore itu saya mengendarai mobil untuk menjamput istri dari tempat kerjanya. Ditemani putri kecil kami tersebut saya mngendarai mobil menembus hujan yang cukup deras sore itu turun. Saya harus tetap fokus mengemudi mengingat banyak bagian jalan menjadi tergenang dan sedikit licin. Setelah sekian lama Aisyah diam sambil menikmati hujan dalam perjalanan kami, tiba-tiba ia sedikit mengagetkan fokus saya pada kemudi, memecah keheningan sore itu. “Ayah, aku sedang memikirkan sesuatu…” Biasanya jika sedang seperti itu maka selanjutnya ia akan bercerita. Sambil sedikit melambatkan laju kendaraan saya menjawab pembicaraannya, “Ada apa nak, apa yang kamu pikirkan?” “Hujan.” Jawabnya. “Hujan ini seperti dosa-dosa kita.” “Kenapa kau berpikir seperti itu. Bukankah hujan adalah rahmat dari Allah?” “Betul Ayah, tapi itu seperti perumpamaan dosa-dosa kita. Dan wiper (penghapus air hujan) di kaca itu seperti ampunan Allah.” Sedikit kaget bercampur dengan keingintahuan, saya melanjutkan pembicaraan tersebut dengan bertanya, “Lalu apa yang kamu maksud dengan…

Bersyukur dan Sedekah, Menambah nikmat Hidup
Akhlaq , Sesaat Manfaat / 20 Agustus 2014

Sedekah merupakan wujud rasa syukur atas segala nikmat yang sudah dirasakan. Kurangnya rasa syukur bisa membuat orang yang berkecukupan merasa dirinya selalu kekurangan, sehingga memberi bisa menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Tuhan memberikan nikmat yang berlimpah kepada manusia bukan semata-mata untuk menaikkan taraf hidup mereka melainkan agar mereka menaikkan tingkatan sedekah mereka. Selain itu sedekah dan juga bersyukur akan membuat seseorang lebih rendah hati dan tidak sombong. Kurangnya rasa syukur akan membuat orang menjadi lebih sombong. Manusia akan berpikir bahwa harta dan segala yang mereka punya adalah semata-mata karena hasil usaha mereka sendiri. Ini yang memicu manusia menjadi sombong dan lupa bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memanfaatkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada mereka. Bahkan ada banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa manusia yang rajin bersedekah dan berbagi dengan yang lain tidak bertambah miskin melainkan bertambah kaya dan sukses. Dua kunci penting dalam hidup ini akan membuat siapa saja bahagia. Bersyukur atas semua nikmat yang didapat dan juga membaginya dengan sesama akan membuat hidup jauh lebih mudah dan nikmat. Bahkan ada ungkapan yang menyatakan bahwa bangsa yang mudah dan mampu bersyukur akan mendapat modal untuk memetik kebahagiaan dalam hidup. Bahwa bangsa yang paling berbahagia di dunia itu bukan karena…

Telapak Tangan Seorang Ibu
Sesaat Manfaat , Tasawuf / 8 Maret 2014

IBU Alkisah ada seorang anak muda yang brilian dan sangat pintar. Dia baru saja lulus sarjana dengan predikat cum laude. Selama kuliah, dia juga mengoleksi beberapa penghargaan dan prestasi. Intinya, si anak muda ini benar-benar te-o-pe be-ge-te. Dan iapun bangga dengan kemilau prestasinya tersebut. Rasa pedenya begitu tinggi… Setelah lulus, ia lalu mencari pekerjaan. Saat melamar ke sebuah perusahaan terkenal, tidak sulit baginya untuk lolos dari tes-tes saringan, hingga sampailah ia ke tahap terakhir: wawancara dengan Direktur perusahaan tersebut. Saat wawancara tiba, terjadilah dialog antara pak Direktur dengan si anak muda. “Prestasimu sungguh luar biasa, anak muda. Bagaimana kamu bisa punya prestasi setinggi itu?”, tanya pak Direktur. “Saya belajar keras, pak. Saya selalu memacu diri saya sendiri, dan memupuk kepercayaan diri saya.”, jawab si anak muda. “Siapa yang mendorong dan memotivasimu? Ayahmukah?” “Bukan pak. Ayah sudah meninggal sejak saya kecil. Saya terbiasa memotivasi diri sendiri untuk menjadi yang terbaik.” “Kalau ayahmu sudah meninggal, siapa yang membiayai sekolahmu?” “Ibu saya, pak.” “Oh begitu…lalu apa pekerjaan ibumu?” “Ibu saya menjadi pencuci baju, pak. Beliau menerima order cucian dari para tetangga.” Mendengar jawaban si anak muda tersebut, pak Direktur lalu berkata,”Coba ulurkan tanganmu, anak muda”. Meski agak heran dengan permintaan ini, si anak…

Dan ini pun akan berlalu
Sesaat Manfaat , Tasawuf / 15 Januari 2014

Seorang petani kaya mati dan meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka. Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.” Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut. Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa…

Columbus dan Telur
Sesaat Manfaat / 15 Januari 2014

Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Columbus yang menemukan Benua Amerika. Setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun diangkat menjadi bangsaan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya. Pada suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu. Dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian Benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Sang Penemu Benua Baru tersebut, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata,” “Apa hebatnya dia ?? Dia cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu”. Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. “Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya” Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus. Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang ellips/hampir bundar, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Setiap dicoba didirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya mereka pun menyerah….

Arloji yang Hilang
Sesaat Manfaat / 15 Januari 2014

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu. “Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu. “Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji…

8 Hal yang diketahui dan tidak diketahui
Akhlaq , Sesaat Manfaat / 25 November 2013

Anak terkadang berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya  Anak terkadang merasa terkekang oleh orang tuanya Anak terkadang merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya Anak terkadang merasa bahwa dirinya tidak di sayang Anak terkadang memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya  Anak terkadang membingungkan harta warisan Anak terkadang menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan Anak terkadang membentak orang tuanya saat berbicara   8 Fakta yang tidak diketahui oleh anak: Anak sering tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya Anak sering tidak mengerti bahwa semua yang di lakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak Anak sering tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak Anak sering tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat dan disebut  Orang tua jarang sekali memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan anda Orang tua telah mempersiapkan  warisan terbaik (tdk selalu harta) untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih…

Pelajaran dari Bapak Penjual Amplop
Sesaat Manfaat , Tasawuf / 25 November 2013

Setiap menuju Masjid Salman ITB untuk sholat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah terbungkus didalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa aneh diantara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang dipasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia nyempil sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini.  Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat. Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku0laku mneimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu.? Tidak satupun orang yang lewat mneuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalulalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Bapak itu. Kemarin ketika hendak sholat Jumat di Salman, saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai sholat meskipun saya sebenarnya saya tidak…

Resep Alami Pengobatan Thypus
Sesaat Manfaat / 25 November 2013

Pengobatan memang ada baiknya menggunakan obat – obatan dengan bahan alami untuk tubuh lebih baik. Mengenai penanganan dan pencegahan untuk Typhus, maka anda bisa membacanya dalam Cara Mencegah Dan Mengatasi Penyakit Typhus Atau Tipes. Sedangkan kalau dalam artikel ini akan di beritahukan Resep Alami Mengobati Typhus Atau Tipes, yaitu: –          Resep pertama yaitu persiapkanlah bahan – bahannya, 30 gram pegagan segar dan 30 gram patikan kebo segar, kamu cuci terlebih dahulu lalu rebuslah dengan air 600 cc sampai tersisa airnya sejumlah 300 cc, kemudian di minumlah air rebusan tersebut sebanyak 2 hingga 3 dalam sehari. –          Resep ke dua yaitu persiapkanlah air 400 cc sampai tersisa airnya 200 cc, lalu kamu tambahkanlah madu secukupnya, kemudian rebusan tersebut kamu minum sebanyak 2kali dalam sehari. –          Resep ke tiga yaitu persiapkanlah bahan 75 gram kacang ijo, 75 gram jali (jali direndam terlebih dahulu sampai lembut), dan gula merah secukupnya, lalu kamu rebuslah dengan air secukupnya sampai lembut menjadi bubur, barulah bisa kamu makan. –          Resep ke empat yaitu kamu persiapkanlah bahan 20 gram kunyit, 100 gram umbi bidara upas segar, kamu cucilah terlebih dahulu bahan – bahan tersebut, lalu kamu blender dengan di tambahkan air 100 cc yang hangat, kemudian di parut…

Scroll Up