PERTAMA KALI DALAM SEJARAH, INI PESAN HABIB SYECH UNTUK PUTRA PUTRI BANGSA
Berita , Gallery , MJA TV , Topik , Umum / 30 Agustus 2016

Jakarta.  Pertama kali dalam sejarah Indonesia, Majelis Permusyawarata Rakyat ( MPR ) mengadakan sholawatan. Acara yang berlangsung pada tanggal 29 Agustus 2016 ini berlangsung dalam rangka harlah MPR RI yang ke 71 sekaligus memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Acara yang bertema MPR RI Berdzikir ini adalah bentuk kedekatan masyarakat, ualam dan uamro’ dimana acara yang berlangsung di lapangan sepakbola kompleks gedung MPR ini dihadiri puluhan ribu jamaah. Acara yang dihadiri oleh seluruh pejabat di lingkungan DPR, MPR dan DPD ini memang perta kali dalam sejarah. Hadir dalam acara tersebut, ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan, Wakil ketua Bapak Hidayat Nur Wahid, EE Mangindaan. Dalam sambutanya, ketua MPR Bapak Zulkifli Hasan berpesan agar semua elemen yang ada di Indonesia bersatau dalam membangun Indonesia. Dan tak lupa selalu mendoakan Habib Syech agar tetap sehat dan mampu menjadi panutan bagi rakyat Indonesia. Selain itu Bapak Zulkifli juga berpesan agar MPR berdzikir ini juga sebagai momentum bagi semua untuk mengingat dan merenungkan tujuan negara Indonesia. Setelah sambutan dari Ketua MPR RI, Habib Syech langsung mengajak semua jamaah yang hadir untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Jamaah dan hadirin nampak khusuk dan bersemangat dalam menyanyikan lagu Indonesia. Lantunan sholawat diawalai dengan…

MPR RI BERSHOLAWAT, BERKAH UNTUK NEGERI
Berita , Gallery , MJA TV , Umum / 30 Agustus 2016

JAKARTA – Puluhan ribu jamaah menghadiri “MPR Bersholawat” dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI dan HUT MPR RI ke 71, di halaman Gedung Nusantara 1 komplek DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin (29/08/2016) malam. Kegiatan Pengajian serta MPR Bersholawat ini menghadirkan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf yang dihadiri unsur pimpinan MPR seperti Zulkifli Hasan, Oesman Sapta dan jajarannya. Puluhan ribu jamaah yang hadir terlihat bersemangat mengumandangkan shalawat bersama Habib Syech. Dimulai pukul 19.00 WIB, kegiatan ini terbuka bagi seluruh warga masyarakat yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Seperti dilansir dalam situs GoNews.co, tampak juga ratusan jamaah baik laki-laki dan perempuan yang menggunakan atribut Majelis Rasulullah. Acara tambah semarak dengan kibaran bendera warna warni yang berlogo organisasi islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Majelis Rasulullah. Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam sambutannya, mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri segala nikmat sehat, kuat dan rejeki yang telah diberikan Allah SWT, serta mendoakan para pejuang yang telah memberikan kemerdekaan bagi Inonesia. “Momen HUT RI dan HUT MPR. Alhamdulillah kita diberikan limpahan nikmat kesehatan, kekuatan, rejeki dan kemudahan menjalankan aktifitas dalam mengisi kemerdekaan yang telah diciptkan para pahlawan kita. Semua ini, lanjutnya, adalah nikmat yang harus senantiasa disyukuri,” sambutnya. Zulhas juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kehadiran masyarakat dalam…

Kebersamaan Lebih Utama
Dakwah Masjid , Gallery , Topik , Umum / 15 Agustus 2016

*Kebersamaan Lebih Utama* Oleh : Umar Zain Sedih juga jika membaca postingan-postingan yang bersliweran di medsos, kejadian apapun yang ada pada umat, selalu digunakan untuk propaganda masing-masing kepentingan. Dari kematian Santoso, Kematian Fredy Budiman, hingga kasus Tanjung Balai tak luput mereka gunakan kesempatan untuk memasukkan opini masing-masing, bahkan yang terjadi di luar negeri pun, kita juga ikut latah saling berebut pengaruh di media, contoh kecil adalah kudeta di Turki beberapa waktu yang lalu. Kadang heran juga dengan jalan berpikir orang-orang yang selalu menumpangi kasus-kasus itu untuk propaganda kepentingan nya, atau kepentingan kelompok nya. Kenapa mereka tidak bersikap positif saja, kenapa selalu ada yang disudutkan?, Dalam kasus Tanjung Balai misalnya, mestinya media justru menjadi alat moderasi untuk islah, mengajak untuk saling memaafkan, dan mengambil pelajaran bahwa kemarahan baik yang terganggu suara adzan, maupun masyarakat nya, hanya akan menimbulkan kerugian baik materi maupun perasaan. Kasus Santoso misalnya lagi, bagi yang menganggap dia sebagai pejuang, langsung menghiasi tulisan nya dengan puji-pujian selangit, bagi yang anggap dia teroris kebalikan nya, langsung beberkan kejahatan kejahatan nya, dalam hal ini yang kasian adalah umat yang membaca nya, mereka selalu jadi korban pengarahan opini. Apapun berita yang ada, jika dicermati selalu digunakan untuk tarik-menarik antara kelompok yang…

MENGENAL ZUHUD
Akhlaq , Gallery , Topik , Umum / 30 Juli 2016

Oleh : Umar Zain Saat Habib Ahmad bin Hasan Al Athas menuntut ilmu di Mekkah, Beliaupun mendatangi Sayid Ahmad Zaini Dahlan, mufti Mazhab Syafi’ie kala itu. Kemudian Sayid Ahmad Zaini Dahlan bertanya pada Habib Ahmad bin Hasan Al Athas, “engkau dari Yaman ya?, siapa Ahli Ilmu didaerah mu saat ini?, maka Habib Ahmad bin Hasan Al Athas menjawab,” Habib Muhsin bin Alwi Assegaf”, Sayid Ahmad Zaini langsung berkata “coba beri kami satu hal dari Habib Muhsin bin Alwi ini”, maka kata Habib Ahmad bin Hasan Al Athas, “Beliau pernah menyampaikan tentang Ayat ini” Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa diantara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa yang tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku. (QS.Al-Baqarah:249)” Habib Muhsin pun menjelaskan, itulah Dunia, siapa yang menjauhi nya, atau mengambil hanya sedikit saja maka selamat, itu salah satu yang disampaikan Habib Muhsin bin Alwi Assegaf ” Sayid Ahmad Zaini Dahlan pun langsung berseru,” inilah ilmu !!! ” Hampir semua nasehat Ulama-ulama kita, selalu menekankan untuk menjauhi Dunia, karena Dunia ini daya pikatnya luar biasa, sampai kata salah seorang Salaf, sihir Dunia lebih dahsyat daripada sihir harut dan marut. Menjauhi bukan berarti Tidak Memiliki, berapa…

Teroris Berasal dari Orang Bodoh Sok Tahu Agama
Berita , Gallery , MJA TV , Umum / 30 Juli 2016

Grobogan, NU Online Kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) semakin berutal. Mereka terus mempropagandakan ajarannya ke tengah masyarakat dunia. Karenanya semua warga muslim harus mewaspadainya dengan cara mempelajari agama dengan baik dan benar. Demikian dikatakan Habib Muhammad bin Husain Anis, Solo dalam acara pembukaan Maulid Rutin di Pesantren Sirojuth Tholibin, Tanggungharjo, Grobogan, Kamis (28/7). “Orang menjadi teroris itu kemungkinannya ada dua. Pertama bersumber dari orang bodoh yang sok tahu tentang agama. Kedua, orangnya berilmu namun ilmunya tidak berkah, tidak bisa bermanfaat bagi dirinya atau orang sekitarnya,” kata Habib Muh. Sedangkan kunci mendapat keberkahan ilmu, lanjut dai muda ini, ada empat hal yang harus terpenuhi pada saat seseorang mencari ilmu yaitu doa kedua orang tua, halal bekal yang ia gunakan, waktu yang cukup lama dan restu para guru. “Tak ada ceritanya ulama besar yang mempunyai riwayat dulu saat mondok suka ghashab (menggunakan harta orang lain tanpa izin),” jelasnya. Dalam kesempatan itu, cicit pengarang gubahan Maulid Simtud Durar ini juga memaparkan tentang pentingnya berkumpul dalam rangka memanjatkan shalawat dan membaca sejarah Nabi Muhammad SAW. “Orang yang membaca shalawat itu hatinya akan dingin. Tak ada orang shalawatan lalu tawuran itu tidak ada,” tegasnya. Sumber : http://www.nu.or.id/

BELAJAR ILMU YAKIN
Dakwah Masjid , Gallery , Topik , Umum / 28 Juli 2016

Oleh : Umar Zain   “sedikit ilmu bagi dirimu, tapi bisa membuatmu sampai kepada NYA, itu jauh lebih bermanfaat daripada banyak ilmu tapi dirimu semakin jauh” Jika membaca kisah Nabi Musa as, saat Nabi Musa memukulkan tongkatnya maka terbelahlah lautan sampai ke dasarnya, kemudian Nabi Musa as dan kaum nya bisa melewati jalan ditengah laut hingga selamat sampai seberang Maka coba dibayangkan seandainya kita ikut dalam rombongan itu, kita melihat secara langsung laut terbelah, berjalan didasar laut dengan kanan kiri kita, dinding air menjulang tinggi, wow amazing sekali rasanya bisa mengalami mukjizat secara langsung Namun cerita selanjutnya lebih mengherankan lagi, umat Nabi Musa as yang menyaksikan langsung mukjizat, merasakan dan melihat musuh-musuh nya, yaitu Firaun bersama pasukan nya tenggelam, mereka sudah ditunjukkan bagaimana Allah SWT secara langsung menyelamatkan mereka dengan peristiwa dahsyat itu, lalu setelah selamat malah menyembah patung sapi, mengherankan bukan? Kenapa mukjizat yang mereka lihat dan rasakan sendiri, mereka alami secara langsung tidak membuat iman mereka bertambah kuat? Justru malah sangat lemah, hingga tidak lama setelah mengalami kejadian yang baru saja mereka jalani seakan tak berbekas, hingga dengan mudahnya menjadi penyembah patung sapi Masih dalam kisah Nabi Musa as, sekarang coba bandingkan dengan tukang sihir Firaun, dalam hitungan…

MENGAKU PENGIKUT SUNNAH DAN ALQURAN, TAPI BERTIKAI TERUS..? HARUSNYA MALU SAMA ALLAH DAN ROSULULLAH
Berita , Gallery , Topik , Umum / 28 Juli 2016

Oleh: Habib Lutfi bin Yahya Strategi dakwah di setiap negeri-negeri Islam jelas berbeda. Terikat pada jenis mazhab yang dipegang oleh tiap negara tersebut. Tiap negara punya kekurangan dan kelebihan. Di antara negara itu sendiri terdiri dari suku-suku dan bangsa-bangsa, adat istiadat yang berbeda. Peranan apa yang harus kita lakukan di dalam dakwah bagi negeri masing-masing? Apakah bisa kita mampu membangun intelektualitas, terutama berdasar Quran dan hadits yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan masa kekinian. Kalau kita bicara tentang khilafiyah, tentu akan terus berlangsung sampai akhir zaman. Kita melulu bertikai tentang Hanafi, Hanbali, Syafii. Sampai kapan? Kita berputar-putar dalam perdebatan sementara negeri lain sudah maju. Baik dalam ilmu kedokteran, pertanian, nuklir, teknologi, belum lain-lainnya. Padahal semua ilmu tersebut ada di dalam kitab suci kita sendiri, Al-Quran. Betapa lucunya, ketika kita minum obat, kita baca bismillah. Sedangkan yang membuat obat tersebut mungkin tidak paham apa itu bismillah. Apa upaya kita agar yg membuat obat tersebut mengucap dan memahami Basmalah. Bagaimana kita bisa demikian? Lalu sampai kapan kita akan terus menerus bertengkar tentang perbedaan? Saya berharap, fakultas terbesar dalam kedokteran harusnya ada di Indonesia, Suriah, atau dimanapun negara kaum muslimin. Sampai kita harus paham ilmu atom, ilmu-ilmu sains lain, yang semuanya…

Scroll Up