Dampak Media Sosial Terhadap Perilaku Keagamaan Pelajar

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat ditarik kesimpulan, bahwasanya penggunaan media sosial memiliki tiga kategori.

  1. Dalam penggunan media sosial sehari-hari ada 3 pemaknaan:
  2. Media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi.

Media sosial diciptakan diantaranya untuk berinteraksi sosial dan memungkinkan terjadinya komunikasi secara lebih cepat, mudah, murah, kapanpun dan dimanapun. Kesibukkan masing-masing serta tempat tinggal yang jauh dan berbeda bisa membuat komunikasi dengan teman lama semakin mudah. Di satu sisi, media sosial bermanfaat dalam berkomunikasi dengan orang lain, namun di sisi lain, karena terhubung secara virtual setiap saat dengan status mutakhir dari sosial media menyebabkan pengguna media social justru tidak berkomunikasi satu sama lain di dunia nyata.

  1. Media sosial sebagai tempat mencari informasi.

statusnya sebagai pelajar membuat pelajar tidak bisa lepas dari media sosial. Sebab seiring perkembangnya zaman semua informasi bahkan ilmu tidak semuanya bisa didapat dari bangku perkuliahan. Pelajar sendiri dituntut untuk lebih aktif dan tidak mengandalkan apa yang ada dibangku sekolahan. Dengan media sosial memudahkan ia mencari informasi tentang dunia luar maupun sesuatu hal yang tidak bisa ditemukan dibuku. Hal tersebut dikarenakan penyebaran infromasi dari pihak satu ke pihak lainnya terjadi begitu sangat cepat. Selain itu, sekarang banyak pelajar yang cenderung malas, jangankan membaca buku, pergi ke perpustakaan saja mereka cenderung tidak mau. Dengan media sosial ia bisa mendapatkan informasi ataupun sumber-sumber yang mereka cari dengan mempertanggung jawabkan kebenaran serta mencari tahu sumbernya terlebih dahulu. Selain informasi, media sosial juga sebagai tempat pemberian edukasi, karena dengan mudahnya penyebaran suatu informasi melalui media sosial, dapat memungkinkan pemilik media sosial mendapatkan pendidikan wawasan tambahan dari informasi yang tersaji di media sosial.

  1. Media sosial sebagai tempat mencari hiburan.

Padatnya aktivitas sekolah baik itu kegiatan ekstra dan banyaknya tugas-tugas yang diberikan sekolah kepada pelajar cenderung membuat lelah pelajar. Mereka membutuhkan hiburan disela-sela kegiatan aktivitas sekolahnya tersebut. dengan media sosial, membuat mereka mudah untuk mencari hiburan. Selain mudah, media sosial juga menghemat biaya dan waktu karena bisa digunakan dimana saja dan kapan saja. bukan hanya itu media sosial juga bisa membuat pelajar merubah perilakunya, cara berpenampilan dan lain sebagainya agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak dikatakan teman-temannya jadul. Seperti aplikasi instagram. Dengan aplikasi tersebut pelajar bisa dengan mudah mengetahui apa saja tren busana yang terbaru dan lain sebagainya.

  1. Berdasarkan hasil penelitian juga mempengaruhi beberapa bentuk perilaku keagamaan pelajar diantaranya:
  2. Kedisiplinan Menjalankan Ibadah.

Dari semua narasumber, sebagian besar mengatakan bahwasanya media sosial mempengaruhi pelaksanaan ibadah mereka, mereka cenderung menunda-nunda bahkan ada yang sampai meninggalkan ibadah mereka hanya karena terlalu asyik menggunakan media sosial. akan tetapi, diantara mereka juga ada yang mengatakan bahwasanya media sosial justru membawa dampak positif bagi perilaku keagamaannya sebab dengan media sosial ia bisa berkumpul dengan komunitas-komunitas yang menampung anak-anak muda yang mau berhijrah tetapi tetap gaul (tidak jadul).

  1. Sikap dan Tata Krama (Jujur, Benar, Disiplin).

Media sosial juga mempengaruhi sikap dan tata krama pelajar, mereka cenderung mengikuti bahasa-bahasa gaul yang terkadang tidak pantas digunakan ketika di sekolah/rumah. Akan tetapi, ada juga mereka kaum pelajar yang masih mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak. Masalah kejujuran dan kedisiplinan seorang pelajar ini cenderung masih labil.

  1. Cara Berpenampilan

Hampir semua pelajar mengatakan media sosial mempengaruhi cara berpenampilannya. Mereka sering kali mengikuti fashion yang ada di sosial media dan mengikutinya meskipun hal tersebut terkadang melanggar bahkan menentang peraturan yang sudah ditetapkan sekolah. Mereka cenderung takut dibilang ketinggalan zaman dari pada melanggar peraturan sekolah.

 

  1. Juga dapat disimpulkan mengenai dampak media sosial terhadap perilaku keagamaan pelajar sebagai berikut:

Dampak positif dari media sosial adalah memudakan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu bukan lagi masalah, lebih mudah daam mengekspresikan diri, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat dan biaya lebih murah. Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang merasakan sifat candu terhadap media sosial, menimbulkan konflik, masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. Media sosial itu tergantung dengan penggunanya. Jika penggunanya mengunakan dengan baik maka akan berpengaruh juga dengan perilaku keagamaannya, bagaimana ia bersikap dan mempunyai tata krama yang baik serta cara berpenampilan juga diperhatikan, saat ini tren fashion juga banyak yang sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan di sekolahan. Begitupun sebaliknya jika pengguna media sosial tidak menggunakannya dengan baik maka  juga akan berpengaruh terhadap perilaku keagamaannya, sikap, tata krama yang ia miliki dan juga cara berpenampilan.

 

Saran

Sebagai pengguna media sosial kita harus tahu diri, menjaga, membatasi, mengatur diri kita agar kita tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang bisa merugikan kita di dunia dan di akherat. Kita sama sekali tidak mempunyai kontrol atas media sosial, akan tetapi kita memiliki kendali sepenuhnya atas apa yang ada di diri kita jadi gunakanlah informasi yang ada pada media dengan kritis dan bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.