PEDAGANG TELOR ASIN YANG HEBAT

TELOR ASIN

Keterbatasan fisik seseorang bukan berarti membuat hidup menjadi terpuruk dan tak mampu berbuat apa-apa. Kemauan dan niat berusaha adalah kunci pembuka peluang yang baru untuk bangkit dari kekurangan yang ada. Seperti halnya seorang Mukhlis Eko Nugroho mengaku punya keinginan yang besar untuk mencari nafkah demi membantu kedua orangtuanya. Usaha dan kemauannya lebih besar bahkan melebihi keterbatasan fisik yang dimilikinya sejak lahir, meskipun hanya berjualan telur asin dengan mengayuh sepeda. Mukhlis berharap ikhtiarnya ini akan menghasilkan sesuatu untuk meringankan kedua orangtuanya. Senyum lebar dan sinar mata penuh semangat terasa setiap kali melihat sosok Muchlis yang berdomisili di Krangan, Kelurahan Nggeneng, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

Aktivitasnya dimulai sejak pagi hari, dengan menyiapkan dagangannya yaitu telur asin. Di wadah yang terbuat dari papan, ia merapikan satu per satu telor dagangannya dan kemudian dipindahkan digerobak sepeda roda tiganya. Jualannya tak hanya disatu lokasi namun berkeliling hingga telurnya habis terjual.

Sebelum berangkat berjualan, mukhlis tak lupa selalu berpamitan dan meminta doa dari sang ibu tercinta.

Dengan mengayuh sepeda roda tiganya, ia mencoba menawarkan dagangannya dari rumah kerumah. Namanya rizki tentunya telah diatur oleh sang Maha Kuasa…hingga ada saja orang – orang yang berkenan membeli dagangannya tiap kali ia melintas.

Selain perumahan, ia juga menawarkan telur asinnya dibeberapa warung pinggir jalan, dan hal ini memang sangat tepat karena, diwarung-warung seperti inilah, telur asin bisa langsung dikonsumsi sembari sarapan atau bahkan makan siang.

Dengan sigap ia siapkan telur-telur akan akan dipeli oleh para pelanggannya.

Sepeda kecil ini selalu menemaninya, berkeliling hingga dagangannya habis terjual. Menyusuri kampong ke kampong, bahkan dipasarpun tak luput dari target pemasarannya. Kebetulan hari itu pasar gawok bukak, kesempatanpun tak ia sia-siakan….

Sambutan orang-orang cukup baik dengan melihat kekurangan yang dimilikinya, namun kegigihan Mukhlis tak berujung sia-sia.

Perjalanan hari itu dilanjutkan ke kantor kelurahan, dengan wajah ceria dan semangat yang luar biasa ia masuk diwilayah balai desa setempat.

Para pegawai pun juga menyambutnya dengan penuh kehangatan, tak ingin mengecilan usahanya Mukhlis, para pegawaipun turut melarisi dagangan telur asin yang ditawarkan.

Subhanalloh,… ini lah hasil dari jerih payah dan niat baiknya untuk membantu orang tua. Hingga kemana – mana dagangannya selalu dibeli orang-orang diluar sana.

Letih, Panas yang menyengat tak dihiraukan dan tak juga dirasakan, ia benar –benar terlihat enjoy dengan usahanya.

Seorang Ibu adalah pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya. Beruntung bagi Mukhlis yang mempunyai Ibu yang sangat penyayang dan selalu memperhatikan serta memberi semangat apapun yang akan Mukhlis lakukan.

Inilah potret keluarga yang penuh dengan rasa syukur dan selalu semangat dalam berikhtiar menjemput rizki dari Sang Maha Kuasa. Meski ada keterbatasan, namun tak menyurutkan niatnya dalam berbakti kepada kedua orang tuanya. Melalui usaha kerasnya ini, Mukhlis mampu membuat senyum sang Ibu tercinta.

Kesuksesan, tentu takan diraih dengan kemalasan. Tapi harus dikejar dengan penuh perjuangan…

Baik dan buruk adalah suratan takdir, kita manusia hanya sebatas diperintahkan untuk berbuat, berusaha dengan semaksimalnya serta berdoa, sebagai bentuk harapan kepada ALLAH SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.