Hikmah Pernikahan Nabi saw Hingga 11 Kali

Hikmah Pernikahan Nabi saw Hingga 11 Kali

Saudara-saudariku, Ku doakan selalu supaya kalian selalu didalam Naungan dan Rahmat-Nya. Mungkin diantara kita sering mendengar tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar kepada Nabi kita Sayidina Muhammad saw, yang dituduhkan oleh orang-orang yang belum mengenal beliau saw. Jikalau mereka telah mengenal sosok Nabi kita saw, niscahaya hati-hati mereka yang keras menjadi lentur, kebencian yang mendalam berbalik menjadi kecintaan yang sangat.

Diantara tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar tersebut, yaitu mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah seorang yang hyperseks (Naudzubillah Min Dzalik), karena Beliau memiliki 11 orang istri. Demi Allah, Nabi kita Muhammad saw terbebas dari tuduhan tersebut !! Tidakkah Allah swt  berfirman:

لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الأخر وذكر الله كثيرا

Artinya:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS.Al-Ahzab:21)

Saudara-saudariku yang dimuliakan Allah swt, pernikahan Rosulullah saw bukanlah untuk memuasakan hawa nafsu semata, akan tetapi terdapat hikmah-hikmah yang agung dan sebab-sebab yang harus kita fahami, diantaranya:

  1. Supaya terdapat hubungan yang kuat antara Beliau saw dengan para Sahabatnya, sehingga mudah Beliau berdakawah kepada mereka dalam setiap aspek kehidupan, baik pribadi maupun umum dengan tanpa perlu menggunakan hijab.
  2. Kalau kita mencermati, dengan banyaknya istri Nabi justru akan mendatangkan manfaat yang banyak bagi umat islam. Karena mereka banyak meriwayatkan  gerak-geriknya Nabi saw sehari-hari di dalam rumah. Bukankah istri adalah yang paling mengetahui kehidupan sehari-hari sang suami ??? Sehingga sampai kepada kita semuah riwayat-riwayat yang mengajarkan bagaimana tata cara berumah tangga, tata cara bersuami istri, tata cara mandi janabah, haidh, nifas dll. Dan mereka para istri Rosul saw, adalah penyemangat dan pembantu-pembantu dalam menegakkan agama islam ini.
  3. Mayoritas istri Nabi adalah wanita-wanita muslimah ketika sebelum beliau nikahi. Dan mereka adalah janda-janda yang tak ada satupun yang memperhatikannya. Oleh sebab ini, beliau saw menikahi mereka supaya beliau dapat menjaga dan merawat mereka.

Mungkinkah beliau disebut orang yang hyperseks sedangkan diawal pernikahannya beliau menikahi Siti Khodijah ra yang pada itu telah berusia 40 tahun, sedangkan usia beliau saw adalah 25 tahun ??  Dan beliau tidak menikah lagi setelah wafatnya Siti Khodijah ra sampai usia beliau mendekati 50 tahun ???

Dan kapankah beliau memiliki waktu kosong atau nyantai tuk dapat bersenang-senang terus bersama para istrinya ??? Bukankah umur beliau terkuras seluruhnya tuk berjihad menyebarkan agama islam ???  Bukankah siang dan malam beliau selalu sibuk tuk beribadah kepada Allah swt ???  Dan tidak sedikitpun terganggu dakwah beliau tuk menyebarkan agama Allah dengan banyaknya istri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.