BAHAN BAKAR KENDARAAN DARI PLASTIK

BBM DARI PLASTIK

Transportasi merupakan hal pokok bagi masyarakat Inonesia. Dengan alat transportasi maka kita akan dipermudah dalam bepergian kemana saja. Adapun factor pendukung dari alat transportasi tersebut adalah BBM atau Bahan Bakar Minyak, baik yang jenis premium maupun solar. Dewasa ini, harga BBM memang senantiasa naik dari waktu ke waktu, dampak dari harga BBM tentu akan berimbas pada banyak sector ekonomi.

Di satu sisi, permasalahan lain dari bangsa ini adalah sampah yang selalu bertambah volumenya tanpa ada solusi yang berarti dalam penangannya.

Dari keprihatian 2 hal tersebut, salah satu warga di Dukuh Lebak RT 03 RW 13, Desa Wirun Kecamatan Mojolaban, yang bernama Purwanto, membuat experiment dengan cara mengelola sampak jenis plastic untuk dibakar dan ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Tumpukan plastic itu ternyata bisa mengahasilkan jenis BBM baik itu premium/bensin, minyak tanah, hingga jenis solar.

Purwanto dan keluarga sebenarnya adalah pengrajin genteng dari tanah liat, yang mana alat untuk mencetak genteng itu juga memerlukan minyak sebagai pelumas dan endingnya harus dibakar dengan menggunakan bahan bakar solar. Usaha ini sudah ditekuni dari turun temurun hingga saat ini menjadi usaha keluarga.

Suhu panas sudah terbiasa bagi Purwanto, sehingga ketika sedang memproduksi BBM dari limbah plastikpun ia tak merasa berat dalam memprosesnya, meski harus memakan waktu selama 6 jam tiap kali produksi.

Dahulu diawal-awal uji coba, ia menggunakan tabung besi dengan diameter sekitar 40 sentimeter dan tinggi satu meter. Jika telah berasap, maka asap dari pembakaran sampah plastik di dalam tabung reactor tersebut disalurkan ke dalam pipa besi dengan diameter lebih kecil. Dan hasilnya menjadi BBM yang belum begitu sempurna warnanya. Lama-kelamaan experiment inipun benar-benar ditekuni hingga pihak pemerintah melirik usaha kerasnya dan kemungdian memberikan bantuan alat yang tentu lebih berkualitas dari alat sebelumnya.

Sampah plastic biasanya ia dapatkan dari para tetangga dan beberapa tempat seperti pabrikan. Sampah itu dikumpulkan dan dipilah-pilah terlebih dahulu karena tidak semua plastic akan dibakar, untuk plastic tertentu justru diproduksi sendiri menjadi biji plastic yang nilai jualnya juga cukup besar.

Tungku pembakar plastic ini mampu menampung sekitar 30 kg. Dan tahapan awalnya adalah memasukan semua sampah plastic ke dalam tungku pembakaran, dan kemudian baru api mulai dinyaakan, proses ini bisa memakan waktu 1 hingga 2 jam agar kepulan asap mulai keluar dari pipa BBM. Sedangkan untuk pembakaran hingga selesai bisa membutuhkan waktu 6 jam dengan 2 tabung gas ukuran 3 kg.

Memang harus sabar dan telaten menggeluti usaha ini, karena memang cukup memakan waktu yang tidak sebentar. Tiga jenis BBM dihasilkan dari masing-masing pipa pembuangan uap. Ada yang berupa minyak tanah, premium dan solar. Ketiga-tiga nya dapat langsung dimanfaatkan oleh Purwanto, Solar dan minyak tanah bisa dipakai untuk proses produksi genteng dan memasak, sedangkan premium nya bisa digunakan sebagai bahan bakar motor.

Inilah solusi baru untuk menanggulangi sampah plastic di area sekitar kita, plus juga dapat mengahasilkan sesuatu yang bermanfaat. Oleh karena itu, ide-ide kreatif seperti ini haruslah didukung dan diberi perhatian oleh pemerintah agar kedepan ditiap-tiap daerah ada upaya yang sama serta hal yang positif ini bisa dikembangkan. Butuh kerja nyata, sebagai bentuk terobosan baru dalam penanggulangan sampah yang tiap hari menumpuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.