SEKOLAH LUAR BIASA YANG DIBANGUN DENGAN HAL YANG LUAR BIASA

slb anugerah kabupaten karanganyar jawa tengah
Kisah kali ini datang dari seorang ibu yang sangat peduli terhadap anak anak penyandang disabilitas. Melihat kiprahnya kita semua akan takjub oleh betapa besar dedikasinya yang didasari atas rasa cinta kasih & sayang. Meskipun didera dari berbagai rintangan, akan tetapi beliau tetap kokoh berdiri dan berjalan untuk mendidik anak anak dalam Sekolah Luar Biasa di rumahnya. Penasaran seperti apa kisah Mata Inspirasi kali ini ? Inilah Kisah Ibu Eko Setiyo Asih
SLB ANUGERAH
SLB ANUGERAH

Banyak hal-hal yang terjadi didalam kehidupan kita yang jarang kita fahami. Hati ini tersentuh hingga kagum kepada seorang ibu yang hebat. Kepeduliannya kepada sesama, terlebih lagi terhadap orang-orang berkebutuhan khusus. Tak hanya pikiran, tenaga, waktu bahkan rumah satu-satunya yang ia milikipun rela untuk dijadikan sebagai tempat pendidikan bagi para penyandang cacat mental ini. Dengan penuh rasa cinta dan sayang, ia dedikasikan hidupnya untuk melayani dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus dengan mengedepankan kasih, dia bernama Eko Setiyo Asih.

Memiliki anak dengan berkebutuhan khusus tentu bukanlah harapan setiap orang tua. Namun, seorang perempuan asal Karanganyar, Eko Setiyoasih, justru mendedikasikan hidupnya menjadi 'ibu' dari anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Wanita 48 tahun itu menyulap rumahnya di Kepoh RT 05 RW 06, Tohudan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, menjadi Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah Rumah Cinta. Sekolah itu dibuka secara gratis untuk penyandang disabilitas dalam bentuk apapun.

Keterbatasan keadaan tak menyurutkan niat Ibu Eko setiyoasih untuk tetap mewujudkan niat baiknya.

Berawal dari pintu ke pintu, kepekaan rasa kemanusiaannya tak lagi terbendung oleh halang rintang apapun juga. Dengan penuh kesabaran ia datangi satu persatu mereka para ABK yang notabene dikucilkan oleh orang tua dan keluarganya sendiri. Dari situlah perlahan tapi pasti, ALLAH Sang Maha Kuasa yang tahu segala niat dan amal dari hamba-hambanya memudahkan jalan kebaikan yang ia pilih.

Anugrah Tuhan Yang Maha Esa tercurah padanya, melalui bantuan dari berbagai pihak, Ibu Ekosetiyoasih dan kawan-kawan bisa membangun lantai dua rumahnya untuk dijadikan tempat asrama sekaligus tempat pendidikan bagi para ABK.

Niatan tulus wanita hebat ini tidak tumbuh secara mendadak. Lika-liku kehidupan yang dijalaninya begitu banyak, memantapkan hatinya untuk bersama ABK adalah pilihan dari sanubari.

Saat masih remaja, Ibu Eko Setiyoasih memang sudah aktif di bidang kemanusiaan. Bahkan, sejak SMP ia pernah ikut merawat pasien panti jompo dan panti asuhan. Ketertarikannya terhadap dunia sosial kemanusiaan membuat dirinya memilih untuk berkuliah di UNISRI FKIP Bimbingan Konseling dan mengikuti beberapa pelatihan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Pilihan untuk menekuni dunia sosial ternyata tidak didukung oleh suaminya. Niat tulus untuk membantu para ABK secara sukarela membuat dirinya ditinggalkan oleh sang suami.

Bahkan, dirinya pernah disalahkan karena melahirkan ABK akibat terlalu sering mengajar anak ABK di SLB. Putra pertama Eko terlahir dengan kebutuhan khusus. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa Ia mendirikan SLB Anugerah.

Kini, SLB Anugerah sudah memiliki 98 siswa/siswi dan 43 di antaranya tinggal bersamanya di rumah. Beberapa orang tua yang menitipkan anaknya juga tidak pernah dipungut biaya sama sekali. Orang tua menitipkan anaknya ke rumah Ibu Eko Setiyoasih ketika uang mereka sudah habis untuk membiayai terapi anaknya yang berkebutuhan khusus.

Ia mendedikasikan hidupnya untuk para ABK serta berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendirikan SLB.

Peduli dengan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah bagian dari kehidupan perempuan kelahiran Karanganyar 20 April 1971 ini. Memanusiakan manusia merupakan hal utama dan selalu dikedepankan dengan tujuan agar mereka para ABK bisa hidup dengan selayaknya manusia pada umumnya, Karena mereka juga mempunyai hak untuk disayangi, dicintai dan dikasihi atas segala kekurangannya.

Niat tulus inilah yang menjadikan Ibu Eko Setiyoasih mampu bertahan hingga saat ini. Tentu hanya mengharap ridho ALLAH SWT semata atas apa saja yang telah ia dedikasikan dalam kegiatan social kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *