SEKOLAH ALAM BENGAWAN SOLO

Sekolah Alam Bengawan Solo Taruna Teladan terletak di Dukuh Panjangan, Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. SABS ingin berkotribusi agar bisa merawat alam & sungai dengan baik sekaligus menjadi media belajar bagi anak bagaimana membentuk karakter anak yang kuat & tangguh, sehingga akan melahirkan generasi yang bisa berjuang untuk lingkungan, sesama dan bangsanya.

Sekolah Alam Bengawan Solo

Sebagai seorang muslim, tentunya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan keilmuan. Karena menuntut ilmu sendiri, hukumnya wajib untuk setiap individu muslim. Dengan ilmu, kita akan tau banyak hal tentang kehidupan.

Sekolah merupakan salah satu wadah atau tempat menimba ilmu bagi para siswa, ditempat ini diajarkan berbagai macam ragam ilmu pengetahuan, baik tentang ilmu akademik maupun ilmu yang kaitannya dengan pembentukan karakter. Pada umumnya, sekolahan formal lebih mengutamakan pelajaran akademik yang telah ditetapkan lewat kurikulum serta dibatasi dengan tempat pembelajaran dikelas atau ruangan, namun beda halnya dengan sekolah non formal, disekolahan ini biasanya tidak mengikat anak didiknya dengan kurikulum tektual semata, namun lebih cenderung ada variasi dengan konsep pendidikan alam. Selain itu peserta didiknya juga tak terbatasi dengan system classical, tapi lebih banyak eksplore kegiatan diluar.

Jika disekolah formal, para anak didik senantiasa menantikan datangnya hari libur. Beda halnya dengan sekolah non formal, setiap harinya para siswa merasakan betul keceriaan dan kebebasan seperti hari libur.

School day is a holiday menjadi slogan yang selalu diterapkan di sekolah ini. Itulah mengapa mereka bisa merasakan suasana liburan setiap hari di dalam serangkaian kegiatan sekolah. Tanpa seragam dan sekat-sekat ruang kelas seperti pada sekolah umum, sekolah ini menjadi langkah inovatif pendidikan berbasis kreativitas.

Pada awalnya, sekolah ini dibangun untuk mengenali potensi alam di sekitar sungai Bengawan Solo. Ya, disesuaikan dengan lokasi pendiriannya, sekolah ini bernama Sekolah Alam Bengawan Solo atau biasa disingkat SABS. Kalau mau mengenal SABS lebih dekat, kita bisa berkunjung ke Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jika ditempuh dari kota Solo, kira-kira butuh waktu perjalanan 1 jam dengan berkendara sepeda motor.

SABS awalnya dirintis oleh Suyudi Sastro Mulyono, lulusan Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang memiliki usaha mebel. Lelaki paruh baya yang dipanggil Pak Yudi itu sempat merasakan kegelisahan tentang kondisi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam hal pembentukan karakter. Beliau kemudian mulai menggagas sebuah komunitas pendidikan untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuan mulia Pak Yudi adalah ingin menjadikan anak-anak sebagai pemimpin, yakni pemimpin untuk diri sendiri maupun orang lain.

Bagi Pak Yudi, daripada bergantung pada pemerintah, lebih baik mengambil inisiatif untuk berbuat sesuatu. Pak Yudi pun mulai mendirikan saung-saung dari kayu dan bambu di sekitar area bantaran Sungai Bengawan Solo yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Klaten dan Sukoharjo.  Kegiatan yang berada di dalam sekolah ini dinaungi oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Taruna Teladan dan Yayasan Taruna Bengawan Solo. Yayasan Taruna Bengawan Solo didirikan pada pada bulan Juni 2014 di bawah akta Kementerian Hukum dan HAM.

Dibangun di bantaran sungai, SABS tidak ada kelas dengan bangunan permanen, melainkan deretan saung bambu dan kayu, beratap daun kelapa. Suasana itu dimaksudkan agar bisa menanamkan sebuah pemahaman kepada anak, bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja.

SABS yang sering dijuluki ‘sekolah dolan’ ini juga memiliki keunikan lain. Selain siswa-siswa yang masuk di awal tahun pelajaran, di sana ada juga siswa-siswa pindahan dari sekolah lain yang notabene  mendapat catatan kurang baik di sekolah asalnya. Hal itu membuat masyarakat semakin yakin dengan SABS. sebagai sekolah harapan orang tua. Ketika anak tidak mendapat kesempatan belajar yang nyaman di sekolah umum karena dianggap ‘tidak normal’, tidak demikian dengan SABS. Beberapa anak penyandang diseleksia pun diterima bersekolah di SABS dan anak tersebut bisa menikmati pembelajaran di sekolah alam tersebut. Selain memberi kebebasan pada siswa, SABS ini juga memberi kebebasan untuk para guru untuk mengajar sesuai kreativitas mereka. Kreativitas guru pun tidak dibatasi oleh ketentuan buku paket dan target nilai.

Pendidikan karakter menjadi hal yang diutamakan di sekolah ini. Di sekolah formal lebih banyak belajar teori, sedangkan di sekolah ini anak-anak dapat mempraktikkannya secara langsung. Tidak terpaku pada ruang kelas, anak-anak yang belajar di SABS biasa belajar langsung di alam, entah itu di sungai, di sawah, di kebun, di pantai, dan sebagainya.

Pendiri Sekolah Alam Bengawan Solo
Pendiri Sekolah Alam Bengawan Solo

Kurikulum di sekolah alam ini mengacu standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah, tapi lebih fokus ke pembentukan karakter anak. Kurikulum SABS terintregrasi dalam kurikulum akhlak, ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Di sekolah alam ini terdiri dari tiga sekolah yakni Pendidkan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan (SL). Konsep pembelajarannya para siswa dibebaskan bereksplorasi, bereksperimen dan berekspresi tanpa dibatasi sekat dinding dan berbagai aturan yang mengekang rasa ingin tahu mereka.

“Konsep pembelajarannya, siswa dibebaskan menjadi diri mereka dan mengembangkan potensi dirinya untuk tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan,mandiri dan siap menjadi pemimpin.

“Guru di SABS tidak hanya sebagai pengajar, tapi juga bisa menjadi teman. Sehingga guru yang memiliki dedikasi tinggi dan beridealisme akan mampu mengenali kelebihan dan kekurangan anak didiknya. Sehingga guru benar-benar paham dengan karakter masing-masing murid,” dan sebutan untuk para pengajar disini lebih terdengar familier yaitu MBAK dan MAS.

SABS merupakan sekolah alternative bagi anda para orang tua, bahwa ternyata didaerah kita sangat beragam jenis tempat pendidikan bagi putra putri kita. Semua itu tinggal tergantung dari mana kita melihat dan menilainya. Jika putra dan putri anda termasuk anak yang gemar berinovasi dan berpetualang, mungkin sekolah alam yang satu ini cocok dengan keinginan anak anda.

Sekolah padadasarnya hanyalah media untuk memberikan ilmu dan pemahaman pagi para siswa, sehingga baik dan buruk serta maksimal atau tidaknya dalam menimba ilmu tersebut tentu semua kembali tergantung kepada anak yang menjalani. Jika ia tekun dan focus dimanapun tempat ia belajar pastilah ilmu yang ia dapat akan melekat dan bermanfaat.

Karakter yang kuat dan luhur akan terbentuk selagi anak didik mampu menyerap dan mengaplikasikan ilmu kebaikan yang telah diperolehnya dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga tumbuhlah para siswa dikemudian hari, sebagai pemimpin baik bagi dirinya atau pun bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.