KONTRIBUSI SEORANG SERTU YANG IKUT MENYEBARKAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW

BABINSA SERTU SUGIYANTO
Taman Pendidikan Al Qur’an atau lebih dikenal dengan TPQ adalah wadah yang dibentuk oleh Sertu Sugiyanto bersama istri dilingkungannya. Mengenalkan satu persatu huruf hija’iyah agar anak-anak mengenal agama Islam sejak dini.

BABINSA SERTU SUGIYANTO

Tentara Nasional Indonesia atau biasa disingkat TNI adalah nama sebuah angkatan perang dari negara Indonesia. Pada awal dibentuk bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan kemudian diubah lagi namanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga saat ini.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Di dalam internal TNI AD sendiri juga terbagi dalam beberapa tingkatan kesatuan, yang disesuaikan dengan wilayah tugas dan kewenangannya :

  • KODAM (Komando Daerah Militer). KODAM adalah komando terdepan dalam membina dan beroperasi di kesatuan TNI AD
  • KOREM (Komando Resort Militer). KOREM adalah kesatuan yang berada dibawah KODAM
  • KODIM (Komando Distrik Militer). KODIM adalah kesatuan dibawah KODAM.  KODIM biasanya ada disetiap daerah tingkat 2 atau tingkat KOTA/KABUPATEN. Dan yang terakhir adalah
  • KORAMIL (Komando Rayon Militer)

KORAMIL adalah kesatuan yang berada dibawah KODIM. KORAMIL ada ditiap tingkat kecamatan yang nantinya bisa memberi kontribusi dalam banyak hal kepada masyarakat didaerah. Dari KORAMIL inilah dibagi tugas kepada para anggotanya untuk menjadi pembina, pengayom dan pendamping di tiap-tiap kelurahan, yang lebih akrab dikenal sebagai BABINSA (Bintara Pembina Desa)

BABINSA merupakan satuan territorial TNI AD paling bawah, yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Seorang BABINSA memiliki wilayah operasi yang luasannya bervariasi, dari hanya satu desa/kelurahan hingga beberapa desa/kelurahan. Biasanya tiap kelurahan terdapat 1 hingga 2 petugas BABINSA, hal tersebut tentu disesuaikan dengan kemampuan anggota serta luwas daerah binaannya.

Merujuk dari Peraturan Kepala Staf TNI AD Nomor 19/IV/2008 tertanggal 8 April 2008, seorang Bintara Pembina Desa berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan teritorial sesuai petunjuk atasannya, yaitu komandan Komando Rayon Militer.

Secara pokok, tugas-tugas BABINSA meliputi: mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya.

Hal ini meliputi banyak sekali aspek, yaitu aspek SDM, SDA, sarana-prasarana dan infrastruktur di wilayah binaannya. Contoh aplikasinya pada saat bencana alam terjadi di satu wilayah, maka Babinsa ini menjadi ujung tombak informasi awal operasi militer selain perang berupa operasi kemanusiaan TNI AD atau gabungan.

Aplikasi lain di antaranya, dia yang tahu di mana saja sumber air bersih, lapangan yang bisa dijadikan penampungan pengungsi, warga yang memiliki radio amatir yang akan sangat bermanfaat dalam berkomunikasi, dan lain sebagainya, sampai jumlah cadangan pangan tersedia.

Juga memberikan informasi awal terkini tentang kondisi dan situasi wilayah bagi pasukan tempur yang bertugas di wilayahnya. Semuanya harus dia laporkan pada komandannya pada kesempatan pertama.

Para Babinsa TNI AD yang biasanya bintara senior dari satuan-satuan tempur yang telah menyelesaikan masa bakti di satuan-satuan asalnya

Sertu Sugiyanto merupakan salah satu potret BABINSA yang bertugas diwilayah kelurahan Kauman Surakarta. Pengalamannya yang cukup panjang, menjadi bekal Sertu Sugiyanto bersosialisasi dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan para pelajar sekalipun. Bimbingan yang diberikan seputar tema “Kebangsaan”.

Jika kita melihat kebelakang, perjuangan Sertu Sugiyanto tak semulus harapannya.

Mencoba 4 kali pendaftaran, baru berhasil diterima sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia. Ketertarikannya kepada TNI muncul dikala ia masih duduk dibangku SMA. Dan ternyata tak hanya berangan-angan belaka, niatnya pun kini diwujudkan sebagai anggota TNI, agar bisa mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara.

Koramil 05 Pasarkliwon Solo adalah kantor dinasnya sekarang, sebagai BABINSA kelurahan Kauman, banyak tugas yang kini diembannya. Selalu menjalin komunikasi kepada para tokoh menjadi hal yang paling diutamakan. Dari situlah kedekatannya dengan masyarakat, hari demi hari makin bertambah. Tokoh masyarakat merupakan sentral dari pola kehidupan warganya, dari para tokoh ini akan tercermin keadaan masyarakat dilingkungannya. Dengan mempererat silaturahmi sekaligus membuka jaringan komunikasi antara aparat dengan masyarakat.

TNI memang dihati. Inilah kalimat singkat, yang tepat bagi TNI kita. keberadaan mereka disambut hangat oleh masyarakat. Kedekatan dan kepedulian mereka juga sangat dirasakan. Apalagi jika negara ini dalam kondisi genting, TNI menjadi garda depan NKRI.

Namun tak sebatas itu, kedekatan TNI ditengah-tengah masyarakat meliputi banyak hal. Adakalanya menjadi tokoh masyarakat didaerah tempat tinggalnya, adakalanya pula menjadi tempat pengaduan dan perlindungan jika ada suatu permasalahan dan yang tak kalah menarik yaitu menjadi juru dakwah dilingkungannya. Sebagaimana sosok dari Sertu Sugiyanto, rutinitasnya beribadah shalat 5 waktu di Masjid Al Mufidah Jogomasan Sorogaten, Brujul Jaten Karanganyar membawanya dalam aktifitas dakwah ditempat ini. Kepeduliannya kepada calon generari bangsa atas banyaknya hal-hal negative yang rentan dan gampang mempengaruhi.

Oleh karena itu beliau berinisiatif untuk membuka bimbingan keagamaan, agar mereka generasi muda ini terbentengi dari segala virus keburukan.

Taman Pendidikan Al Qur’an atau lebih dikenal dengan TPQ adalah wadah yang dibentuk oleh Sertu Sugiyanto bersama istri dilingkungannya. Mengenalkan satu persatu huruf hija’iyah agar anak-anak mengenal agama Islam sejak dini.

BABINSA SERTU SUGIYANTO

Sungguh mengesankan jika melihat keseriusan Sertu Sugiyanto bersama istri dalam membina anak-anak dilingkungannya. Mereka Nampak kompak dalam berdakwah. Baginya hidup adalah lahan untuk beramal sholeh, selagi dapat memberi kemanfaatan maka apapun akan dikorbankan, baik waktu tenaga pikiran bahkan harta juga tak enggan ia dermakan untuk mewujudkan niat yang tulus ini.

Selain kegiatan TPQ untuk anak-anak, Sertu Sugiyanto juga memberi perhatian bagi para orang tua dengan membuka pembelajaran iqro’ untuk kaum dewasa.

Berjiwa Al Qur’an, Berpola pikir Al Qur’an dan Berprilaku Al Qur’an merupakan harapan dari Sertu Sugiyanto agar dirinya dan keluarga serta masyarakat luaspun bisa tertanam 3 hal pokok tersebut. Dengan belajar dan memperdalam Al Qur’an maka yakinlah hidup kita akan mulia dunia hingga akherat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.