Ponpes Riyadul Jannah

Go maulana bersama MJA TV, kali ini mengunjungi pondok pesantren Riyadul Jannah, sebuah pondok pesanten yang baru saja berdiri dan diresmikan romadhon 1439 kemarin. Pondok pesantren yang berasaskan salaf ini di bawah asuhan dan bimbingan Al habib Alwi bin Ali Alhabsyi, dimana para muhibbin khusus nya di daerah solo sudah tidak asing lagi dengan sosok beliau.

Pondok pesantren ini terletak di desa laban, mojolaban, kabupaten sukoharjo, jawa tengah. Sebelum berdiri nya pondok pesantren ini, para santri belajar di sebuah rumah majlis ta’lim yang di kenal dengan ma’had darul ‘ilmi wa adda’wah. Di ma’had darrul ‘ilmi wa adda’wah al habib alwi dan para pengajar lain nya sudah banyak melahirkan para dai dai muda yang berkompeten di bidang nya. Banyak dari lulusan ma’had yang sudah berkiprah di masyarakat baik melalui majlis ta’lim, madrasah diniyah, penulis buku, atau pengajar di sebuah lembaga pendidikan. Kerja keras, niat yang ikhlas dan pantang menyerah dari para pengurus ma’had membuahkan hasil, yaitu berdiri nya pondok pesantren riyadul jannah yang kini tengah berjuang untuk kembali melahirkan generasi generasi muda yang cinta akan ilmu dengan di landasi mahabah pada alloh dan rosul nya.

Para santri di pondok riyadul jannah banyak sekali menimba cabang-cabang ilmu agama, namun yang paling menonjol dari pondok pesantren ini adalah penguasaan di dalam ilmu fiqih. Karena di pandang hal ini sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Tidak bisa kita pungkiri, kalau kita melihat masyarakat umum di zaman ini, banyak dari mereka beragama namun tanpa dasar ilmu, ibadah mereka jauh dari pada hukum syariat yang telah di tentukan. Sebagai contoh…. Banyak orang yang solat namun tidak sedikit dari mereka yang belum mengatahui tata cara wudhu yang baik benar dan sah menurut syariat. Zakat yang masih banyak orang tidak tau akan hukum nya dan batasan pengeluaran nya, belum lagi masalah muamalah yang penuh dengan kesalahan dan keharaman. praktek riba terjadi hampir terjadi disetiap rumah tangga muslim, diantara mereka bahkan orang yang aktif berjamaah di masjid, aktif dalam kegiatan agama, namun karena tidak mengetahui tentang muamalah atau perniagaan sehingga mereka masuk kedalam sebuah dosa besar namun mereka tidak sadar. Padahal hal itu semua adalah kegiatan yang dilakukan sehari hari oleh kita, maka dari hal itu pendalaman ilmu fiqih lebih di tekankan oleh pondok pesantren riyadul jannah. Dengan tanpa mengenyampingkan cabang ilmu lain seperti ilmu alat, penguasaan bahasa arab, adab, tasawuf dan ahklak.

Sampai saat ini jumlah santri yang belajar di pondok riyadul jannah berjumlah 25 orang, semoga dari 25 orang ini kelak akan lahir ribuan orang yang akan memberikan manfaat untuk unat nabi Muhammad. Amiin.....

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *