DOA DAN WASIAT AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ UNTUK MENYAMBUT RAMADHAN.

Sambut Bulan Ramadhan Dengan Takwa. Sesungguhnya yang diterima adalah Sholatnya orang yang bertakwa, sesungguhnya yang di terima adalah Sedekahnya orang yang bertakwa, sesungguhnya yang di terima adalah bacaan Al Qur’an nya orang yang bertakwa, sesungguhnya yang di terima adalah Amalnya orang yang bertakwa.

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah wajib bagi kita untuk membangun asas seperti ini dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita, dan dengannya kita akan menyambut bulan yang mulia ini Bulan pemberian, Bulan kebaikan, Bulan keutamaan, Bulan pengampunan, Bulan rahmat, Bulan magfiroh, Bulan pembebasan dari api neraka, Bulan kemuliaan dari tuhan dan anugerah yang di tuangkan.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang paling bahagia dengan Bulan Ramadhan dan dengan pemberian mu terhadap orang-orang yang baik, Wahai dzat yang Dermawan lagi pemberi Anugerah.

Maka hendaknya kita bersiap-siap sebelum datangnya Ramadhan, yang bisa kita menyadari bahwa hikmah kewajiban syarat di bulan ini adalah agar tertanam asas takwa dan hakikat takwa (agar kalian bertakwa) barang siapa yang mengetahui hal ini, sebelum masuk bulan mulia ini bukalah pintu takwa dan bendunglah hal-hal yang mengeluarkan dari nilai ketakwaan, dengan  :

telinga yang dengannya ia mendengar atas mata yang dengan nya ia melihat atau muamalah yang dengannya ia bermuamalah dengan salah satu orang tuanya, atau salah satu kerabatnya, atau salah satu dari familinya, atau salah satu tetangganya, atau bermuamalah dengan orang yang ia bekerja di kantor dengan nya atau dengan yang dikasihaninya yang ia bekerja disana.

Selain hal itu dari pada hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya dirikan sebab-sebab ketakwaan dan asas takwa dan sambut bulan Ramadhan ini, hal itu lebih baik bagimu dan lebih dekat diterima di sisi Allah SWT .

Ya Allah hidupkan hakikat takwa di dalam hati kami dan berkahi kami dengannya, dan sabarkan kepada seluruh umat dan kembalikan kepada mereka hal-hal yang telah hilang dari hakekat ketakwaan dan hal-hal yang telah hilang dari pondasi ketakwaan dan hal-hal yang telah hilang dari kemuliaan takwa dan hal-hal yang telah hilang dari rahasia ketakwaan dan hidupakan hal-hal yang telah mati dari hal tersebut di dalam hati dan nurani. Wahai dzat pemilik alam semesta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *