Nasihat Habib Taufik Bin Abdulqodir Assegaf (Masjid Assegaf, 1 Agustus 2017)

Nikmat islam & Persaudaraan di dalam Islam

Sebelum datang nya islam manusia berada dalam bibir neraka karena penuh nya kemaksiyatan dan kekufuran, sebelum datang nya islam manusia berada dalam perpecahan, saling bermusuhan, bercerai berai, berperang. Saling berbunuh bunuhan. Namun dengan datang nya islam, kalian yang bermusuhan dipersaudarakan, bukan lagi teman tapi saudara. dan kalian yang di bibir neraka di selamatkan. Dua nikmat yang sangat besar, dan kedua nya di dapat karena ISLAM.

Maka jangan berharap adanya persatuan dan keselamatan dengan kita meninggalkan ISLAM. Semua akan didapat dengan ISLAM.

Maka ketika kita melihat saudara kita yang bermusuhan, berselisih pendapat. Padahal mereka islam. Maka tugas kita adalah berusaha mendamaikan nya karena islam, karena saudara seiman. Bukan malah kita bergabung dengan orang di luar islam untuk menyerang saudara islam kita.

Pada zaman ini, hendak nya setiap Dai, Penceramah tidak menonjolkan golongan nya, organisainya atau pun kelompok nya.  Tapi tonjolkan bahwa yang di bawa adalah islam. Ajak manusia kembali ke jalan Alloh, beramal soleh, menghidupkan sunah sunah Rosululloh. Bukan mengajak umat untuk bergabung dengan satu kelompok dan menghinakan kelompok yang lain. Kalau sudah islam ini terpecah belah maka akan terjadi  permusuhan sesama umat islam itu sendiri.  Bukan kah Nabi Kita yang mulia, Rosululloh telah memberikan gambaran kepada kita tentang umat islam?? Beliau S.a.w. menggambarkan umat islam seperti hal nya satu anggota badan. Ketika satu anggota sakit, maka semua akan merasa sakit. Namun rasa ini tidak akan tercipta ketika masing-masing umat islam mementingkan urusan nya sendiri, golongan nya sendiri, kelompok nya sendiri. Bukan mementingkan kepengtingan umat ISLAM. Maka hendaklah kita peduli dan peka terhadap keadaan umat islam, kedepankan rasa persaudaraan dan saling peduli, dari pada menjatuhkan dan membenci sesama umat islam.

 

Bangunan Islam

Umat islam ibarat sebuah bangunan yang satu sama lain saling memperkuat, coba kita lihat dan perhatikan. Bangunan terdiri dari semen, pasir, kapur, batu bata, air. Yang semua itu lemah ketika berdiri sendiri. Air ketika di tumpahkan akan hilang karena di serap atau terkena panas matahari, kapur, semen, pasir ketika sendiri, tertiup angin saja akan berhamburan. Batu bata, ketika dipukul dengan kayu atau alat berat, akan hancur lebur berantakan. Tetapi apabila semua nya di jadikan satu menjadi sebuah bangunan. Maka akan menjadi tempat yang bisa menjadi tempat berkumpul, memberikan rasa aman, dan menaungi. Menjadi bangunan yang kokoh dan kuat. Maka Ketika sebuah bangunan itu di pukul dengan kayu, maka bukan bangunan nya yang hancur. Tapi kayu nya yang akan hancur.

Begitulah kita, kalau seluruh umat islam bersatu maka siapapun yang akan menyerang islam, atau menghancurkan islam, maka  ia yang akan hancur, bukan islam yang akan hancur.

Akan tetapi jangan kita berharap islam dapat bersatu kalau kita masih saling mementingkan golongan, organisasi, partai, kelompok, dibandingkan kita mementingkan umat islam. Hilangkan itu semua. Karena kita sama Yaitu ISLAM.

Kenali Musuh Yang akan Menghancurkan Islam

Kita juga harus kenal siapa musuh kita :

  1. Syaiton
    Ini  adalah musuh yang sudah sangat jelas, namun terkadang jutru kita berteman dengan musuh yang jelas ini. Bahkan kita sering berteman  dengan nya dan mengundang nya hadir di rumah tangga kita. Yaitu dengan membawa kemaksiatan kedalam rumah, memakan makanan harom dan macam kemaksiyatan lain nya. Kalau sudah berteman dengan syaiton, maka syaiton akan menguasai hati kita, hingga hati kita akan tertutup dari ajaran alloh, tertutup dari hal yang baik. Hingga akan didapati sesuatu yang baik menjadi buruk, dan sesuatu yang buruk dianggap baik. Suara adzan, lantunan ayat quran, ceramah ulama dianggap buruk, sedangkan suara musik, biduan yang membuka aurat dianggap baik. Ini lah kalau hati nya sudah di kuasai syaiton. Maka orang yang seperti ini akan menuai kerugian.
  2. Hawa nafsu
    Rosululloh bersabda : “musuh kamu yang paling berbahaya adalah nafsu yang ada didalam tubuh kamu”. Bahkan karena nafsu dua bersaudara bisa saling membunuh.
  3. Dunia
    Dunia merupakan musuh Alloh dan juga musuh para wali-wali Alloh. Mulai dari dunia ini diciptakan, Alloh tidak memperhatikan dunia ini. Perhatikan lah firman Alloh yang mengibaratkan dunia ini dengan sayap nyamuk. “Seandainya dunia ini lebih berharga di sisi Alloh dibandingkan sayap nyamuk, maka orang kafir tidak akan diijinkan Alloh untuk menikmati dunia ini”. Lihat lah dan renungkan lah, betapa rendah nya dunia ini, bahkan dibandingkan dengan sayap nyamuk pun dunia ini lebih rendah. Dan perhatikan lah, karena dunia ini sangat lah rendah di sisi Alloh, maka orang kafir yang tidak pernah menyembah Alloh bahkan menyekutukan Alloh pun tetap bisa menikmati dunia.
  1. Kafir kharbi .
    Orang kafir yang menghina islam, menghina alquran, menghina nabi. Kepada orang kafir yang seprti ini kita harus berhati-hati dan tidak boleh tinggal diam, kita jangan mengobarkan perang, mintalah kedamain dan afiyah kepada alloh karena itu suatu nikmat yang besar, dan ketahuilah, peperangan merupakan suatu azab yang tidak mengenakan. Namun ketika mereka musuh musuh Agama datang menyerang, maka kita tidak boleh berdiam diri apalagi mundur, sedikitpun jangan.

Hikmah dari Kitab ihya ulumuddin

Didalam kitab ihya disebutkan : diakhir zaman nanti ada manusia yang disebut ulama (artinya hanya sebutan nya di dunia saja ulama, namun disisi Alloh dia bukan ulama), dia bersifat mengajarkan manusia zuhud tapi ia sangat berambisi mendapatkan dunia. Dia  Mengajar manusia untuk takut kepada Alloh, tapi dia melakukan maksiat dan melanggar aturan Alloh. Dia melarang manusia untuk dekat dekat dengan penguasa, tapi diri nya sendiri sangat akrab dan sangat dekat dengan penguasa, Dia lebih mementingkan dunia di bandingkan akhirat, ulama tersebut akan makan dengan alat mulut nya, arti nya makan dari bisaroh yang diberikan oleh umat. Sedangkan ulama terdahulu bekerja untuk memenuhi kebutuhan nya. Dia sangat akrab dengan orang kaya, tapi jauh dari orang miskin, mereka cemburu ketika jamaah pengajian nya ikut majlis lain, seperti cemburu nya seorang istri yang suami nya di ajak bicara perempuan lain.

Mereka yang disebut ulama namun memiliki sifat seperti ini, ini bukan ulama pewaris para nabi. Namun inilah musuh musuh Alloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.