HAK SEORANG ISTRI

Dalam Kitab RiyaduSholihin di sebutkan sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh, Muawiyah bin haidah R.A , Beliau berkata : “aku bertanya pada Rosululloh. Ya Rosululloh apa hak nya istri atas suami?”

Pada hadist tersebut muawiyah bertanya tentang hak seorang istri, maka ini juga bermakna kewajiban seorang suami kepada istri nya.

Rosululloh menjawab :

  1. Berikan kepada nya makanan yang layak. maksud nya yaitu, seorang suami harus memberikan kebutuhan makanan kepada istri nya, makanan yang layak di makan tanpa berlebih-lebihan.
  2. Berikanlah pakaian kepada nya sebagaimana engkau memakai nya. maksud nya yaitu, memberikan pakaian yang layak untuk istri, pakaian yang menutup aurat nya dan menjaga kehormatan nya. Bukan memberikan istri atau membiarkan istri mengenakan pakaian yang justru merendahkan kehormatan nya sebagai seorang wanita, yaitu pakaian yang menunjukan bentuk tubuh nya dan aurat nya. Sehingga yang seharus nya hanya dapat di lihat oleh suami nya saja, namun justru malah dapat dilihat oleh laki-laki lain yang bukan mahrom nya.  Kehormatan seorang istri adalah mencerminkan kehormatan suami nya. Apa bila seorang istri mengumbar aurat nya, maka itu cerminan bahwa sang suami yang tidak bisa menjaga dan mendidik istri nya.
  3. Jangan engkau memukul wajah nya. maksud nya yaitu, seorang suami tidak boleh melukai wajah isti nya karena wajah merupakan suatu yang berharhga, memang diperbolehkan seorang suami memukul istri untuk niatan suatu peringatan atau mendidik untuk istri yang bersifsat membangkang atau akhlak yang buruk. Akan tetapi tidak dengan sembarangan memukul, dalam beberapa syarah disebutkan memukul dengan cara menggunakan misal sapu tangan, atau siwak. Yang tidak melukai nya. Hanya untuk memberi peringatan kepada nya. Dan memukul adalah cara terakhir, dimana sebelum nya dengan didahului menasehati, memarahi dengan niat mendidik. Bukan marah karena nafsu, yang akan menyebabkan permasalahan semakin keruh.
  4. Jangan engkau menjelekan nya. Yang dimaksud adalah mencela nya. karena orang yang mencela fisik mahluk maka berarti ia mencela yang mebuat nya, yaitu Alloh.
  5. Jangan mendiamkan nya, kecuali di dalam rumah. Maksud nya yaitu, tidak menyapa istri, tidak mengajak nya bicara, maka hal ini tidak diperbolehkan, terkecuali cara ini digunakan untuk memberi pelajaran kepada istri, dengan catatan ketika menggunakan cara ini akan menimbulkan keadaan yang lebih baik. Bukan malah masalah tambah keruh. Pada lafadz hadist tersebut juga dikatan “kecuali didalam rumah”. Arti nya ketika diluar rumah jangan sampai kita tidak mengajak bicara istri, sehingga orang lain akan tau permaslahan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *