PENTING NYA RASA TAKUT

Dalam sebuah Hadist Qudsi Alloh menyatakan : “Bahwa Alloh tidak akan menggabungkan dua perasaan pada satu hamba, yaitu rasa takut dan aman”.

Aman dan takut dalam satu hati itu tidak mungkin, sebab ketika seseorang merasa aman maka ia tidak akan ketakutaan. Sebalik nya jika seseoang merasa takut, berarti ia sedang dalam keadaan yang tidak aman.

Kita semua pasti ingin merasakan aman bukan? Baik didunia maupun di akhirat kelak. Perhatikan lah Firman Alloh SWT ini.

Alloh SWT berfirman : “Barang siapa yang takut kepada ku di dunia, maka akan aku berikan keamanan di akhirat. Dan barang siapa yang merasa aman dari azab ku di muka bumi ini, Maka akan aku berikan ketakutan kelak di hari kiamat”.

Maksud dari Takut kepada Alloh makna nya yaitu kita menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangan Nya. Dengan menjalankan perintah dan larangan Alloh di dunia, maka akan mendapatkan keamanan di hari kiamat.

Dan maksud dari merasa aman dari azab Alloh di dunia yaitu, dengan merasa aman menjalankan kemaksiatan kepada Alloh, tanpa ada nya pertaubatan dan penyesalan kepada Alloh, hingga akhir hayat nya. Maka ia akan mendapatkan ketakutan di hari kiamat, yaitu berupa siksa dan azab dari Alloh.

Dikisahkan Sayyidina Umar Bin Khotob, Sahabat Rosululloh, Khalifah Rosululloh yang di kenal sangat pemberani dan tidak memiliki rasa takuk kepada semua mahluk. Ia hanya takut kepada Alloh dan Rosul Nya saja.

Suatu ketika Sayyidina Umar Bin Khotob yang ketika itu menjabat sebagai khalifah, berkeliling kota madinah untuk melihat keadaan rakyat nya di malam hari. Ketika ia dapati seorang anak kecil yang menangis, ia hampiri dan ia penuhi hajat anak tesebut. Ketika ia dapati anggota keluarga yang belum tidur karena rasa lapar yang mendera, maka ia ambil bahan makanan yang cukup, dan ia berikan pada anggota keluarga yang sedang dalam keadaan lapar tesebut. Namun, tibalah Sayyidina Umar Bin Khotob di salah satu rumah, yang di rumah tersebut terdapat seseorang yang sedang membaca Alqur’an. Maka Sayyidina Umar mendengarkan bacaan ayat Alquran tersebut. Dan karena rasa takut nya dengan makna dari ayat yang dibaca, maka Sayyidina Umar jatuh pingsan. Karena rasa takut nya yang sangat tinggi kepada Alloh.

Dalam suatu riwayat beliau menggenagam jerami seraya mengatakan, “ seandai nya aku diciptakan seperti jerami, maka aku tidak akan di hisab oleh Alloh, dan tidak akan menemui siksa nya alloh.

Ini adalah ucapan seorang sahabat besar yang beliau berucap bukan karena beliau tidak ridho dengan ketetapan alloh, tapi beliau ucapkan seperti  ini karena beliau sangat takut akan siksa alloh, takut akan hari pertanggung jawaban di hadapan alloh. Bahkan di riwayatkan pula, Pada wajah Sayidina umar terdapat goresan goresan hitam di wajah nya, bekas dari pada air mata nya, ini karena sayidina umar sangat sering menangis karena takut kepada alloh dan rosul nya, hingga terdapat bekas tangisan beliau di wajah nya.

Dan karena rasa takut kepada alloh ini lah, beliau di beri keistimewaan oleh alloh, bahkan syaiton pun tidak berani untuk mendekati sayidina umar, apabila sayidina umar sedang berjalan dan berpapasan dengan syaiton, maka sayiton akan lari ketakutan karena melihat bayangan sayidina umar.

Dalam kitab Bidayatul Hidayah : Nanti dihari kiamat ketika manusia dibangkitkan oleh alloh, dan digiring ke tempat perhitungan amal, untuk mempertanggung jawabkan semua yang telah diperbuat di dunia. Maka akan terdengar suara api neraka yang sangat dahsyat, hingga manusia yang digiring dalam keadaan berdiri, saking takut nya karena dahsyat nya suara api neraka  maka meraka berjalan dengan menggunakan lutut nya.

Ketika meraka berjalan maka munculah percikan api neraka yang besar nya seperti gunung-gunung, dan percikan api neraka tersebut menyerang umat nabi Muhammad, tanpa henti. Hingga umat nabi Muhammad berteriak dan mengucapkan berkat nya orang yang solat, berkat nya orang yang puasa dan beramal soleh, maka jangan lah kau wahai api menyerang kami. Namun api tersebut terus menyerang umat nabi Muhammad. Sehingga akhir nya malaikat jibril membawa sebuah tempat seperti mangkuk, yang berisikan air. Kemudian air itu di berikan pada Rosululloh, seraya malaikat jibril mengucapkan “Ya Rosululloh, percikan air ini pada percikapan api tersebut. Maka Rosululloh memercikan air tersebut kedalam api, dan atas izin alloh, api tersebut mati”. “Rosululloh bertanya, ya jibril itu air apa ?”. Jibril pun menjawab “Ya Rosululloh itu adalah kumpulan air mata yang alloh perintahkan aku untuk mengumpulkan nya, ini adalah air mata orang yang takut kepada alloh”.

Subhanalloh…air mata yang jatuh menetes karena rasa takut nya kepada Alloh sangat bermanfaat bagi pemilik air mata tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *