HATI VS LISAN

http://www.mjatv.com. Seorang Auliya Alloh yang menyampaikan nasihat dari ucapan nya akan sampai pada hati orang yang mendengarkan nya, itu karena ia menyampaikan nya dengan hati yang sudah penuh dengan haqul yakin. Berbeda dengan orang yang belajar berpidato atau latihan ceramah, maka ia menyampaikan dalil qur’an dan hadis dengan lisan nya dan hafalan nya bukan dengan hati nya. Maka apa yang ia ucapkan tidak akan sampai pada hati pendengar nya.

“ Sesuatu yang keluar dari hati maka akan sampai pada hati pula, namun sesuatu yang keluar dari lisan maka hanya akan sampai pada telinga pendengar nya saja”.

Maka itulah, banyak kita jumpai banyak para penceramah, namun sangat sedikit umat yang tercerahkan, dapat kita lihat banyak nya jamaah yang hadir dalam acara pengajian, mendengarkan nasihat, namun sedikit dari mereka yang menjalankan nasihat nya, bahkan tak jarang seusai pengajian justru malah ibadah nya berkurang. Ceramah yang disampaikan hanya sampai pada telinga nya saja, sehingga cukup untuk menambah pengetahuan, namun tidak dapat merubah hidup nya, semakin istiqomah, semakin cerah hati nya, semakin berkah hidup nya. Sedikit mengeluh tentang masalah dunia nya.

Disebutkan bahwa “Setiap ucapan membawa suasana hati orang yang mengucapkan”

Ucapan juga akan menunjukan sejati nya diri seseorang yang berucap tersebut.

Orang yakin dan orang yang tau itu sangat berbeda ketika ia menyampaikan sebuah nasihat agama. Sebagai contoh sebuah ayat alqur’an yang menyebutkan bahwa dunia ini hanya lah kesenangan yang menipu. Ketika ayat ini diucapkan oleh orang yang HANYA tau dan hafal ayat tersebut maka orang yang mendengarkan nya hanya tau akan informasi bahwa ada ayat alqur’an yang menyatakan bahwa dunia ini hanya kesenangan yang menipu. Berbeda hal nya ketika seseorang yang yakin dalam hati nya tentang ayat ini, ketika ia sampaikan ayat tersebut. Maka orang yang mendengarkan nya akan tersadarkan bahwa dunia ini kesenangan yang menipu, sehingga tidak tertipu oleh kesenangan dan kemewahan dunia. Dan dirinya akan sibuk mempersipakan diri dengan amal soleh.

Dikatakan pula bahwa “Siapapun orang yang sudah di izini untuk menyampaikan, maka pasti ucapan nya akan difahami oleh orang yang mendengarkan nya”.

Karena orang yang sudah diizinkan untuk menyampaikan maka apa yang ia sampaikan akan menerangi hati orang yang mendengarkan nya. Namun orang yang menyampaikan tanpa izin maka justru akan membuat gelap hati orang yang mendengarkan nya.

Yang dimaksud dengan sudah di izinkan yaitu : Orang yang memang memiliki guru pembimbing yang membimbing nya untuk menyampaikan bab ilmu agama. Sehingga apa yang disampaikan tidak keluar dari jalur guru-guru nya yang bersambung sanad ilmu nya hingga rosululloh.

Dalam menyampaikan nasihat agama seseorang juga harus menyampaikan nya karena alloh, sehingga yang tampak adalah agama nya alloh, ajaran nya alloh, syariat nya alloh. Bukan yang tampak malah justru ornag yang menyampaikan, terlihat cerdas, hebat, pandai, dan lain sebagai nya.

Orang yang menyampaikan agama karena hanya untuk menunjukan dirinya, golongan nya, organisainya. Maka orang yang menyampaikan tersebut justru malah akan membuat gelap hati pendengar nya. Karena sang penyampai hanya untuk menunjukan diri nya dan organisainya, bukan untuk menunjukan agama, syariat agama dan ajaran nabi saw.

sepercik ilmu dari kajian Al-hikam | setiap senin pagi | 06.00-07.00| Masjid Jami' assegaf Solo.

Wallohu a’lam bi showab.

Channel youtube : MJATV

FB : masjid assagaf solo live

InstaGram : mjasolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *