LAILATUL QODR

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Al-Quran ) pada malam kemuliaan"

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu"

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan"

Pada malam itu turun malaikat-malaikat, dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan-Nya untuk mengatur segala urusan

"Malam itu ( penuh ) kesejahteraan sampai terbit fajar"

lailatul qadarSungguh merupakan karunia yang sangat besar bagi kita umat Nabi Muhammad SAW yang telah diberi oleh Allah SWT banyak sekali kemudahan dan keutamaan, dibanding dengan umat nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Salah satu karunia yang sangat besar itu adalah adanya malam Lailatul Qadr, yang mana dikatakan dalam ayat diatas lebih utama daripada 1000 bulan dan 1000 bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan. Itupun dikatakan dalam ayat tadi lebih utama, jadi bukan sama dengan “Subhanallah”, sungguh Allah SWT Maha Tahu dan Maha Rahmat terhadap hambanya yang lemah. Tentang malam Lailatul Qadr, Rasulullah SAW pernah bersabda, dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :  “Lailatul Qadr telah dikaruniakan oleh Allah SWT atas umat ini ( umat ku ) yang tidak diberikan kepada umat lainnya”.

Mengenai sebab-sebab turunnya malam Lailatul Qadr banyak perbedaan riwayat. Sebagian hadist menyebutkan karena Rasulullah SAW merasa sedih melihat keadaan umur umat-umat terdahulu yang panjang dan jika dibandingkan dengan umur umatnya maka mustahil untuk menyamai ibadah umat-umat terdahulu. Maka Allah SWT mengkaruniakan malam Lailatul Qadr kepada umat Beliau SAW.

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW menceritakan tentang seseorang dari Bani Israil yang telah menghabiskan waktunya dengan jihad fisabilillah selama 1000 bulan. Mendengar kisah tersebut sahabat merasa cemburu karena mereka tidak dapat mencapai waktu, sebagaimana umat terdahulu. Maka karena inilah Allah SWT mengkaruniakan malam Lailatul Qadr. Dan masih banyak riwayat-riwayat yang lain tentang sebab diturunkannya malam Lailatul Qadr.

Maka untuk menyambut karunia yang sangat besar ini marilah kita bersama-sama menghadang malam yang agung ini, malam yang penuh berkah, malam yang jika kita beribadah tepat dimalam itu maka kita dinilai sudah beribadah selama 1000 bulan bahkan lebih, yang artinya sama dengan 83 tahun 4 bulan lebih. Itupun jika kita mendapatkan sekali dalam bulan Ramadhan. bagaimana jika setiap bulan Ramadhan kita selalu mendapatkan malam Lailatul Qadr, “Subhanallah !”, tidak mampu kita menghitungnya. Itulah rahmat dan kasih sayang Allah SWT khususnya terhadap umat kekasihnya Rasulullah SAW.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, kapankah malam Lailatul Qadr itu turun ?...malam keberapakah waktu yang paling tepat buat kita untuk menghadangnya ?. Ketahuilah sesungguhnya malam Lailatul Qadr itu adalah rahasia Allah SWT yang hikmah kerahasiaannya sangat banyak sekali. Malam Lailatul Qadr itu adalah malam misterius yang seharusnya sejak dari malam pertama di bulan Ramadhan sudah kita hadang, karena menurut keterangan para ulama bisa jadi dan tidak mustahil malam Lailatul Qadr itu terjadi dimalam-malam pertaa dibulan Ramadhan tetai umumnya dan yang banyak sekali di perbincangkan oleh para ulama adalah, malam Lailatul Qadr itu terjadi pada malam ganjil di bulan Ramadhan dan lebih khusnya lagi di sepuluh malam yang terakhir. Oleh karena itu Rasulullah SAW menganjurkan para sahabatnya untuk mencari mala Lailatul Qadr ini dengan amalan berupa “I’tikaf” selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. dan amalan I’tikaf inipun ditiru oleh para Salafus Sholeh dan para alim ulama.

Dan Alhamdulillah dewasa ini umat muslim pun sudah mulai merasakan manfaat dan kenikmatan beri’tikaf. Sehingga banyak sekali kita lihat dimasjid-Masjid jika sudah menginjak sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan maka Masjid tampak ramai dipenuhi dengan orang-orang yang sedang beri’tikaf. Mereka berharap jika “malam itu” turun disepuluh akhir bulan Ramadhan maka hal itu terjadi saat mereka sedang beribadah kepada Allah SWT, sedang bertaqarrub kepada Allah SWT atau minimal jika mereka saat itu tertidur, tetapi tidur mereka tetap dihitung i’tikaf jadi tetap mendapat predikat hamba Allah SWT yang sedang beribadah. Dan hal itu sangat jauh berbeda jika malam Lailatul Qadr turun dan kita sedang tertidur pulas dirumah. Sungguh beruntung sekali orang yang malam itu tercatat mendapatkan malam Lailatul Qadr.

Disini kami sisipkan pula agenda kegiatan yang berjalan disekitar Pasar Kliwon, yaitu acara Khatmul Qur’an yang biasanya berupa pembacaan Al-Qur’an mulai dari surat Ad-Dhuha hingga Al-Fatihah kemudian dilanjut 5 ayat pertama dari surat Al-Baqarah. Kemudian membaca do’a Khotmul Qur’an ( Do’a Imam Ali Zainal Abidin ). Setelah itu acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Khazanah. Acara semacam ini juga merupakan salah satu cara kita untuk menghadang malam Lailatul Qadr yang diajarkan oleh para ulama.

Seseungguhnya masih banyak sekali tentang malam Lailatul Qadr ini, tetapi tidak maungkin dapat tertuang dalam buku yang kecil ini. Tetapi paling tidak kita semua sudah mendapat keterangan sedikit tentang hal itu yang kami yakin mampu mneggerakkan hati kita semua untuk sama-sama meraihnya. Semoga kita semua tercatat dan termasuk orang yang mendapatkannya…Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *