SSBM di Percetakan ALAM

Sebuah kisah inspiratif yang diambil dari Imam Hasan Al bashri. Dahulu di zaman Imam Hasan Albashri terdapat ulama besar yang ahli didalam ilmu ta’wil mimpi. Suatu ketika terjadi perbedaan cara pandang antara imam hasan albashri dengan ulama yang ahli ta’wil mimpi tersebut. Hingga ketika imam hasan albashri ada dalam suatu majlis, maka ulama tersebut menghindar tidak hadir di majlis tersebut. Begitu pula sebalik nya, ketika ada ulama tersebut di dalam suatu majlis maka imam hasan albashri menghindar untuk hadir di majlis tersebut.

Suatu ketika imam hasan albashri bermimpi ia mengencingi sesuatu, dan mimpi itu terus menerus berlangsung beberapa kali. Hingga imam hasan albashri pun ingin mengetahui ta’wil dari mimpi nya. Dan pada zaman itu yang ilmu nya mempuni untuk mena’wilkan mimpi adalah ulama yang ahli ta’wil mimpi yang sedang berbeda pandangan dengan imam hasan albashri.

Akhirnya imam hasan albashri memerintahkan salah satu murid nya untuk mendatangi ulama tadi untuk menanyakan ta’wil mimpi nya. Ketika sang murid menceritakan isi dari mimpi tersebut, maka ulama yang ahli ta’wil mimpi berkata: “ wahai murid, aku tau itu bukan mimpi mu, sampaikan pada orang yang bermimpi itu untuk dating sendiri menemui ku, dia harus mendengar sendiri ta’wil mimpi nya dari ku”.

Sang murid terkaget karena heran, dari mana ulama ini tau kalau yang bermimpi bukan lah si murid, melainkan guru beliau yaitu imam hasan albashri. Sang murid pun kembali menghadap imam hasan albashri dan menyampaikan amanat dari ulama tersebut.

Imam hasan albashri akhir nya mendatangi ulama tersebut dan menyampaikan, wahai saudara aku datang kepada mu, karena aku tahu menurutku orang yang ahli dalam ta’wil mimpi zaman ini adalah engkau, aku bermimpi mengencengi sesuatu dalam beberapa hari, apa maksud nya.

Ulama tersebut menjawab. Wahai saudaraku imam hasan albashri, aku sudah mendengar mimpi itu dari murid mu, dan aku langsung yakin bahwa yang bermimpi itu adalah engkau. Karena makna dari mimpi itu adalah, seseorang yang mengencingi dunia, artinya bahwa orang yang bermimpi itu telah mencampakan dunia, melepaskan diri nya dari segala kesibukan dan kemewahan duniawi yang menipu, dan aku melihat orang yang diri nya benar-benar melepaskan diri nya dari duniawi adalah engkau.

Subhanalloh… ini lah pelajaran dari ulama salaf. Meskipun mereka berbeda cara pandang dalam suatu hal, namun mereka tidak saling membenci, namun tetap saling memuji dan mengakui kelebuhan masing-masing. Kita boleh saja berbeda pandangan dengan seseorang namun hendak nya kita lebih dewasa menyikapi perbedaan cara pandang tersebut. Dengan tidak saling menjelekan pendapat yang berbeda dengan kita.


Saat pertama kali Rosululloh SAW sampai di madinah, Beliau bersabda : " Wahai manusia, sebarkan lah salam, berilah makan, dan solat lah malam di saat manusia tertidur, maka masuklah surga dengan selamat.    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *