BELAJAR ILMU YAKIN

Oleh : Umar Zain

 

“sedikit ilmu bagi dirimu, tapi bisa membuatmu sampai kepada NYA, itu jauh lebih bermanfaat daripada banyak ilmu tapi dirimu semakin jauh”

Jika membaca kisah Nabi Musa as, saat Nabi Musa memukulkan tongkatnya maka terbelahlah lautan sampai ke dasarnya, kemudian Nabi Musa as dan kaum nya bisa melewati jalan ditengah laut hingga selamat sampai seberang
Maka coba dibayangkan seandainya kita ikut dalam rombongan itu, kita melihat secara langsung laut terbelah, berjalan didasar laut dengan kanan kiri kita, dinding air menjulang tinggi, wow amazing sekali rasanya bisa mengalami mukjizat secara langsung

Namun cerita selanjutnya lebih mengherankan lagi, umat Nabi Musa as yang menyaksikan langsung mukjizat, merasakan dan melihat musuh-musuh nya, yaitu Firaun bersama pasukan nya tenggelam, mereka sudah ditunjukkan bagaimana Allah SWT secara langsung menyelamatkan mereka dengan peristiwa dahsyat itu, lalu setelah selamat malah menyembah patung sapi, mengherankan bukan?

Kenapa mukjizat yang mereka lihat dan rasakan sendiri, mereka alami secara langsung tidak membuat iman mereka bertambah kuat?
Justru malah sangat lemah, hingga tidak lama setelah mengalami kejadian yang baru saja mereka jalani seakan tak berbekas, hingga dengan mudahnya menjadi penyembah patung sapi

Masih dalam kisah Nabi Musa as, sekarang coba bandingkan dengan tukang sihir Firaun, dalam hitungan detik mereka yang tadinya kafir dan pendukung Firaun, berubah menjadi Iman bahkan Iman nya Shiddiqiin. Bayangin aja, kita yang udah kenal Iman dan Islam sejak lahir, saat disuruh berkorban waktu aja berat luar biasa, apalagi nyawa kita yang diminta. Ini Para Penyihir Firaun saat mereka mendeklarasikan keimanan kepada Allah SWT, “kami beriman kepada Tuhan nya Musa & Harun”, maka Firaun langsung marah dan mengatakan, “akan aku siksa engkau, aku potong tangan dan kakimu dan akan aku salib engkau”, namun dengan tenang Para Penyihir Firaun ini siap saja mau diapain

Padahal Para Penyihir Firaun itu sebelumnya disebut “minal muqorrobin”, atau orang-orang terdekat Firaun. Jika kita dekat dengan Raja yang kekuasaan dan kekayaan nya luar biasa, tentunya hidup kita jelas terjamin berlimpah kenikmatan dan kesenangan nya. Hebat nya mereka bisa membuang semua dan ditebus dengan rasa nyeri siksaan Firaun

Diantara dua kasus diatas, antara kaum bani Israel yang melewati dasar laut yang terbelah, dengan Para Penyihir Firaun yang melihat tongkat Nabi Musa as menjadi ular ternyata berdampak beda. Tentunya semua karena Hidayah dari Allah SWT, namun ada faktor lain yang menyebabkan Para Penyihir Firaun itu mendadak jadi orang-orang Shiddiqiin, yaitu ilmu

Para Penyihir Firaun itu faham benar bahwa yang namanya sihir adalah tipuan semata, tapi saat mereka melihat transformasi tongkat Nabi Musa as yang menjadi ular, mereka faham benar itu bukan tipuan, tapi ular sungguhan
Bukan karena besarnya yang membuat mereka takjub, tapi karena mereka tahu bahwa tongkat kayu jelas tidak mungkin bisa jadi ular yang hidup, maka mereka yakin bahwa itu bukan sihir, namun dari Allah SWT yang Maha Kuasa atas segala sesuatu

Pengetahuan itulah yang membuat mereka memiliki puncak keyakinan, hingga ditebus dengan apapun tetap mereka pertahankan, meski dibayar dengan nyawa dan siksaan
Yang mana, bagi orang-orang yang tidak memiliki ilmu itu, meski sama-sama melihat perubahan yang terjadi, misal si Firaun atau para pengawal, atau siapapun yang juga melihat kejadian itu, tetap sama saja bagi mereka, antara ular yang dari tongkat Nabi Musa as dengan yang dari Para Penyihir, hanya ukuran nya saja yang beda

Itulah kemuliaan ilmu, bisa benar-benar mengantarkan kita kepada keyakinan, walaupun tetap jadi catatan bagi kita bahwa ilmu itu adalah alat, sarana untuk kita menuju kepada NYA
Ilmu bukan tujuan, maka salah besar jika bagi orang-orang yang berilmu ada perasaan sudah lebih hebat dari yang lain, merasa sudah lebih dekat kepada Allah SWT, dengan merasa seperti itu justru akan membuat nya jauh dari Allah SWT

Semoga kita diberi oleh Allah SWT ilmu yang bermanfaat, ilmu yang membuat kita dekat kepada Allah SWT, ilmu yang diberkahi, ilmu yang bisa dirasakan kemanfaatan nya oleh semua orang disetiap zaman..
Aamiin Allahumma Aamiin

Solo, 23 Juli 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.