Orang Tua Nabi, Manusia Pilihan

Dalam kitab Shahihnya Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits :

عن أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قال  يا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أبي قال في النَّارِ فلما قفي دَعَاهُ فقال إِنَّ أبي وَأَبَاكَ في النَّارِ ]صحيح مسلم – (1/ 191

Dari Anas bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah “Ya, Rasulullah, dimanakah ayahku ?, Rasulullah menjawab : “ Dia di neraka” . Ketika orang tersebut hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya seraya berkata “ sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka “.(HR Muslim)

Dalam bagian lain dari kitabnya, Imam Muslim meriwayatkan hadits :

عن أبي هُرَيْرَةَ قال  زَارَ النبي صلى الله عليه وسلم قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى من حَوْلَهُ فقال اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي في أَنْ أَسْتَغْفِرَ لها فلم يُؤْذَنْ لي وَاسْتَأْذَنْتُهُ في أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لي فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ ]صحيح مسلم – (2 / 671

Dari Abi Hurairah, berkata : Nabi berziarah ke kubur ibunda Beliau, kemudian Beliau menangis, dan membuat mereka yang ada di sekelilingnya menangis, maka Nabi bersabda “ Aku meminta izin pada tuhanku untuk memohonkan ampun bagi Ibuku akan tetapi tidak dikabulkan, dan aku meminta izin untuk menziarahinya kemudian aku diizinkan, maka berziarahlah kalian karena dapat mengingatkan kalian akan kematian” (HR Muslim)
Benarkah kedua orangtua Nabi adalah penghuni neraka ?
Ahlussunnah Menjawab :

Kaum Asy`ariah, dan jumhur Syafi’iyah menetapkan bahwa mereka yang wafat pada masa fatrah (sebelum diutusnya rasul) termasuk golongan yang selamat,  hal ini berdasarkan firman Allah:

..ومَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا) الإسراء : ( 15

“dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”(Q.S Al Isra`: 15)
Orang tua Nabi wafat sebelum Beliau diutusnya sebagai rasul, berarti mereka termasuk ahli fatrah yang selamat dari adzab. Lagipula tidak ada keterangan yang jelas bahwa mereka pernah melakukan perbuatan syirik. Bahkan Imam Fakhur Razi  menyatakan bukan hanya kedua orang tua Nabi  saja yang selamat akan tetapi seluruh datuk-datuk beliau sampai Nabi Adam ,  ini sesuai dengan firman Allah :

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ) الشعراء : ( 219 – 218)

Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. (Q.S. As-Syu’ara’ : 218-219)
Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan تَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِين (perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud ) adalah perpindahan cahaya Nabi  dari sulbi seorang ahli sujud (muslim) ke ahli sujud lainnya, sampai dilahirkan sebagai seorang nabi. Imam Alusi dalam tafsir Ruhul Ma`ani ketika berbicara mengenai ayat وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ berkata, “ Aku menjadikan ayat ini sebagai dalil atas keimanan kedua orang tua Nabi sebagaimana yang dinyatakan oleh banyak daripada tokoh-tokoh ahlus sunnah. Dan aku khawatir kufurnya orang yang mengatakan kekafiran keduanya, semoga Allah merahmati kedua orang tua Nabi…”

Sedangkan mengenai dua hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, kalaupun kita sepakati keshohihannya, akan tetapi selayaknya kita tidak mengambil dzohir dari hadits tersebut, karena terdapat pula hadits-hadits lain tentang peristiwa dihidupkannya kedua orang tua Nabi atas permintaan Beliau untuk kemudian diwafatkan kembali setelah mengimani kerasulannya, meskipun memang hadits-hadits tersebut adalah hadits dhaif  akan tetapi telah dikuatkan dengan ayat-ayat di atas.  Diriwayatkan oleh Ibnu Syahin, Khotib Al Bagdadi, dan Daruqutni sengan sanad dhaif dari `Aisyah :

قالت حج بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حجة الوداع فمر بي على عقبة الحجون وهو باك حزين مغتم فنزل فمكث عني طويلا ثم عاد إلي وهو فرح مبتسم فقلت له فقال ذهبت لقبر أمي فسألت الله يحييها فأحياها فآمنت بي وردها الله 

Rasulullah berhaji bersama kami dalam haji wada kemudian melewatiku di atas uqbatul hajun dalam keadaan menangis, sedih,  dan gundah, kemudian Beliau singgah dan menjauhiku dalam waktu lama lalu kembali kepadaku dalam keadaan gembira dan tersenyum lalu aku menanyainya maka beliau menjawab “ Aku pergi ke kubur Ibuku kemudian aku meminta kepada Allah untuk menghidupkannya kemudian Allah pun menghidupkannya lalu ibuku beriman kepadaku kemudian Allah mewafatkannya kembali .”
Diriwayatkan Dari Imam Suhaili dalam kitab Raudhnya:

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم سأل ربه أن يحيي أبويه فأحياهما له ثم آمنا ثم أماتهما

“Sesungguhnya Rasulullah memohon kepada tuhannya untuk menghidupkan kedua orangtuannya maka Allah hidupkan kedua baginya kemudian keduanya beriman lalu Allah mewafatkan keduanya.”

Menanggapi hadits ini Imam Al Qurtubi Mengatakan “Tidak ada pertentangan antara hadis dihidupkan kembali orang tua Nabi  dan hadits  mengenai tidak diizinkannya Rasulullah untuk  beristigfar bagi keduanya (hadits Muslim di atas) karena hadits  dihidupkannya orangtua nabi datang lebih akhir (terjadi dalam haji wada) dari hadits istighfar. Oleh karena itu Ibnu Syahin menjadikannya sebagai Nasikh (hadits yang menghapus) atas hadits sebelumnya”.
Selain itu  Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad, perowi hadits Muslim di atas diragukan oleh para ahli hadits dan hadits tersebut hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Padahal banyak riwayat lain yang lebih kuat darinya seperti riwayat Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh  :

“اِنَّ اَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ الله اَيْنَ اَبِي قَالَ فِي النَّارِ قَالَ فَأَيْنَ اَبُوْكَ قَالَ حَيْثُمَا مَرَرْتَ بِقَبْرِ كَافِرٍ فَبَشِّرْهُ بِالنَّارِ”

Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah “ dimana ayahku ?, Rasulullah menjawab : “ dia di neraka”, si A’robi pun bertanya kembali “ dimana AyahMu ?, Rasulullah pun menawab “ sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka “
Riwayat di atas datang tanpa menyebutkan ayah Nabi di neraka. Ma’mar dan Baihaqi disepakati oleh ahli hadits lebih kuat dari Hammad, sehingga riwayat Ma’mar dan Baihaqi harus didahulukan dari riwayat Hammad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.