Utamakan Tabayun, Menjaga Persaudaraan

Di Negeri kita tercinta ini, muncul sebuah fenomena negative yang akibatnya akan seperti bola salju. Sebuah fenomena yang mana seorang muslim yang tidak menjalankan sunnah akan di anggap bukan saudaranya, bahkan lebih buruk lagi dikafirkan dari keislamanya. Di zaman serba instan saat ini semua pebuatan serba dimudahkan dan didekatkan. Bukan hanya hal yang baik saja, perbuatan buruk pun bisa dilakukan dengan mudah dan cepat, bahkan kadang tanpa kita sadari. Seperti Fitnah dan Menghasut, perbuatan itu bisa dijalankan lewat media HP yang ada ditangan dalam hitungan 10 detik saja, tapi efeknya bisa jadi sengketa selama 10 Tahun. Kita seringkali “men share” berita Fitnah dan hasutan tanpa berpikir panjang, dengan media sosial yang kita ikuti, dan Fitnah itu akan disebarkan oleh teman-teman yang terhubung, begitu seterusnya. Ini dikarenakan diantara umat muslim sudah menghilangkan satu perintah Nabi yakni untuk Bertabayun yang artinya mengklarifikasi suatu berita atau persoalan. Sudah kah mereka membaca itu semua ? atau memang itu sebuah kesengajaan demi melampiaskan nafsu, kebencian & kepentingan dunia ? Kita tahu dengan pasti bahwa Ajaran Islam tidak seperti itu. Kita tahu pasti bahwa Ajaran Islam tidak pernah mengkafirkan sesama muslim Kita tahu bahwa Ajaran Islam mengutamakan Rahmat, Penuh Toleran & Kasih Sayang.. Tapi, tahukah kita bahwa “bibit” perpecahan sesama Muslim adalah cikal bakal terjadinya kehancuran kelak ? Tahukah kita bhw sengketa diantara golongan yang beda faham, yang dihembuskan terus menerus akan berakibat sengketa berkepanjangan dan sama sekali tidak ada manfaatnya. Apakah kita tidak bisa belajar dari pengalaman Negri-negri yang telah hancur akibat hasutan-hasutan pecah belah umat ini ?. Tahukah kita bahwa itu semua seperti bola salju, saat ini hanya hal kecil seputar khilaf yg diperdebatkan, tapi akibatnya nanti justru akan lebih mengerikan. Oleh karena itu, marilah kita menahan diri dalam setiap perbedaan . Menjaga Persaudaraan juga diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan ini harus di jaga dan dilaksanakan. Karena menghancurkan hati seorang muslim lebih dahsyat dosa nya daripada menghancurkan Kakbah. Jadi marilah kita mulai “UTAMAKAN KESATUAN”, selalu Waspada jangan sampai terseret ketika kita diajak membahas yg sebenarnya itu pemicu perpecahan, yang kalau kita tidak menyadari bahwa target akhirnya nanti adalah menghancurkan kesatuan di NKRI. Semoga kita semua semakin dewasa dan semakin bijak dalam bersikap, dalam berbicara dan dalam berbuat saat menghadapi perbedaan. Wassalam …..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.