Memaknai Kata Merdeka

Kemerdekaan sebuah negara adalah sebuah nikmat besar yang Allah swt berikan, dimana tidak setiap penduduk bumi dapat merasakannya. Berapa banyak umat manusia dan bangsa di dunia sejak dahulu hingga sekarang tiada henti-hentinya memperjuangkan apa yang disebut dengan kemerdekaan. Di sisi lain, banyak pula manusia yang tidak mengenal sepenuhnya makna kemerdekaan. Kehidupan mereka baik lahir maupun batin masih dibelenggu oleh penjajah. Segalanya masih dibatasi dan dijajah, termasuk untuk beragama dan tunduk kepada Allah swt dengan tenang dan damai.

Berjihad serta berkorban baik jiwa maupun raga untuk memperjuangkan kemerdekaan negara dari penjajahan adalah sifat mulia yang dinilai tinggi oleh Islam. Oleh karena itu, sepatutnya kita mengenang kembali sejarah kemerdekaan bangsa kita yang diperingati pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Generasi di zaman ini janganlah melupakan perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang telah membuka jalan bagi kita. Diantara semangat dan perjuangan mereka lah kita dapat hidup di zaman ini dan menikmati hasil jerih payah mereka. Karena itu, sebagai bangsa yang besar dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, kita merasa terpanggil untuk menghormati dan mengenang kembali jasa para pahlawan baik yang masih hidup ataupun yang telah gugur di medan perjuangan.

Mengapa kita patut mengenang mereka? Jawabannya adalah karena kecintaan mereka pada tanah air diwujudkan dengan nyata melalui perjuangan meraih kemerdekaan. Sementara itu, cinta tanah air adalah salah satu dari 79 cabang iman, sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, Nasa’I, dan Ibnu Majjah dari sahabat Abu Hurairah. Jadi para pahlawan pejuang kemerdekaan yang muslim tentunya adalah orang yang memiliki derajat keimanan yang tinggi, karena iman itu sendiri adalah pokok pangkal dari agama.

Sebagai umat yang hidup di zaman setelah kemerdekaan, kita tentunya ingin mencontoh para pahlawan dalam hal cinta pada tanah air. Bukan lagi dengan berperang secara fisik langsung, melainkan dengan cara yang lebih tepat sesuai masanya. Muhammad Ibnu ‘Alan Ash Shiddiqi dalam kitabnya Dalilul Falihin menyebut bahwa seyogyanya bagi orang yang sempurna imannya akan berbuat kemakmuran tanah airnya dengan amal shaleh dan kebajikan. Cinta tanah air direalisasikan dengan cara memakmukan tanah airnya melalui Amal Shaleh dan Kebaikan. Memakmurkan dalam hal cinta tanah air dimaknai dengan mengisi negeri ini dengan amal shaleh dan kebaikan. Banyak hal yang bisa dilakukan, seperti bela negara, menjaga kelestarian ekosistem alam, turut serta mencerdaskan masyarakat dengan ilmu yang dimiliki, turut membantu membenahi moral penduduk di lingkungannya, dan mencegah hal-hal buruk yang mengganggu tanah airnya.

Terkait dengan bela negara, Islam sebagai agama yang lengkap-komprehensif. Segala ajaran, arahan dan larangannya merangkum segala aspek kehidupan manusia. Banyak orang mengira bahwa konsep bela Negara bertentangan dengan Islam yang mengharuskan berukhuwah antar sesama muslim tapa ada sekat Negara. Bela Negara merupakan salah satu perwujudan berukhuwah dalam Islam, yakni ukhuwah wathoniyah yang berarti mencintai dan bersaudara dengan yang sebangsa dan setanah air. Bela Negara bukan hanya masalaha geografis, akan tetapi nilai lokalitas dan kebudayaan yang seharusnya dijadikan sebagai jembatan antara nilai Islam dan kenegaraan. Konsep jihad yang sangat dekat dengan bela Negara sering ditangkap sebagai konsep pemusnahan bagi mereka yang berbeda dengan (kebenaran, aqidah) Islam. Efek buruknya adalah kata jihad sering menjadi momok bagi orang-orang yang tidak seiman dengan Islam. Jihad memang mengandung pengertian perlawanan. Namun, perlawanan yang diusung adalah terhadap nilai-nilai yang merugikan kehidupan manusia, perlawanan terhadap setiap yang tidak humanis. Seperti ketidakadilan, penganiayaan, perampokan hak dan seterusnya, yang sifatnya universal. Karena itu, Islam telah menegaskan bahwa jihad yang utama adalah jihad terhadap tirani sendiri atau jihad al-nafs. Dengan demikian, maka jihad dalam Islam tidak bertentangan dengan tujuan keberadaan Islam sendiri, yang rahmatan lil ‘alamin. Dari situ maka setiap aktivitas jihad tidak boleh melukai orang lain, termasuk diri sendiri, sebab yang dilawan adalah nilai, bukan orang atau fisiknya.

Dilihat dari historinya, kedatangan Islam sendiri di dunia ini membawa pesan dan sifat kemerdekaan. Islam menyeru agar umat manusia agar membebaskan diri dan pemikirannya dari belenggu kejahilan dan kemusyrikan kepada Allah swt. Membebaskan diri penindasan dan membebaskan bangsa dari cengkraman musuh-musuh Allah swt. Islam yang secara harfiah berarti kesejahteraan, kedamaian, dan keamanan semuanya menjurus pada wujud kemerdekaan. Hakikat ini dapat kita lihat pada masa perkembangan Islam dimana Rasulullah saw telah membawa kemakmuran bagi kota Madinah serta memerdekakan kota Makkah dari cengkeraman kafir Quraisy. Demikian pula pada masa Khulafaur Rasyidin yang telah banyak memerdekakan bangsa-bangsa lain dari kekufuran.

Islam juga berarti merdeka, dengan kata lain bebas dari keruntuhan akhlaq dan kemurkaan Allah swt. Oleh sebab itu, Islam telah menyelamatkan umat manusia dari sistem penghambaan atau perbudakan baik perbudakan pada sesama manusia maupun perbudakan pada hawa nafsu yang diselimuti oleh syirik, kekufuran, kemungkaran ataupun kemaksiatan. Ahmad Syauqi, seorang penyair arab berkata dalam sebuah syairnya : “Kekalnya bangsa karena mulianya akhlaq, runtuhnya bangsa karena runtuhnya akhlaq”.

Karena itulah, umat Islam hendaknya senantiasa berupaya membebaskan diri dari sifat-sifat yang dapat meruntuhkan kewibawaan manusia. Karena sifat-sifat demikian itu sangat dimurkai oleh Allah swt dan hanya akan membawa manusia terpenjara oleh hawa nafsu dan bisikan syetan. Lebih dari itu, kita mesti senantiasa memohon ampunan dari Allah swt agar memperoleh keridhaan-Nya dan terlepas dari siksaan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu-batuan. Inilah nilai kemerdekaan sebenarnya yang diajarkan oleh agama kita.mekeda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.