Menebar Ilmu Menjalin Silaturahmi

Kemajuan zaman dengan beraneka pernak perniknya mengantarkan manusia ke dalam suasana penuh dengan kompetisi yang menuntut kreativitas yang selalu dinamis. Tak terkecuali bidang dakwah yang  menjadi tulang punggung bagi kesinambungan dan pengembangan Islam. Penggunaan teknologi mulitimedia menjadi sebuah tuntutan demi memperluas jangkauan dan mendekatkan sasaran. Telah beberapa waktu, televisi menjadi media yang populer di berbagai kalangan masyarakat.

Masjid Jami’ Assagaf Solo melalu media televisi yang dimiliki dengan nama MJA TV melakukan aneka metode dakwah yang menarik dan variatif. MJA merasa perlu untuk menjemput bola melalui dakwah eksternal di masyarakat. Dakwah yang bersifat eksternal tersebut dinamai dengan Rihlah Dakwah. Kegiatan ini terinspirasi dari dakwah para shalihin yang mendatangi orang-orang awam dan jarang beraktivitas di masjid, lalu mengajak mereka ke masjid dan diajari berbagai pengetahuan tentang Islam. Rihlah Dakwah mulai dijalankan sejak akhir tahun 2011. Sasaran utama dari kegiatan adalah orang laki-laki, masih awam, jarang beraktivitas di masjid, dan atau tinggal di lingkungan yang jauh dari ajaran Islam. Selain itu, sasaran kegiatan ini adalah orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi lemah, yang waktunya habis untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tim Rihlah Dakwah mengajak sasaran agar menjadi lebih mengetahui tentang tuntunan Islam, yang semula belum pernah atau jarang hadir di masjid/musholla menjadi lebih tertarik untuk hadir di masjid/musholla. Lokasi Rihlah Dakwah dilakukan di masjid atau musholla secara berganti-ganti setiap episodenya. Satu episode terdiri dari 3 kali tatap muka yang dilaksanakan setiap pekan sekali. Lokasi masih berkisar pada wilayah Kota Surakarta.

Proses diawali dengan survey lokasi yang akan menjadi target oleh tim Rihlah Dakwah. Di lokasi tersebut terdapat musholla atau masjid yang akan digunakan. Tim Rihlah Dakwah kemudian berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan baik di masjid/musholla maupun di lingkungan tersebut.

Setelah proses perizinan menghasilkan kesepakatan waktu dan lokasi maka tim dan kru MJA TV mengadakan rapat internal sebelum hari-H. Dalam rapat tersebut dilakukan koordinasi serta pembagian tugas dan tanggung jawab penyelenggaraan dan peliputan. Pembahasan utama menyangkut penyajian hasil liputan yang akan ditayangkan. Beberapa modifikasi peliputan  dilakukan berdasarkan hasil survey lokasi sesuai dengan keadaan obyek liputan.

Sehari sebelum pelaksanaan, tim mengantarkan undangan kepada perwakilan peserta atau tokoh masyarakat setempat seperti ta’mir masjid atau ketua RT. Undangan tersebut sejumlah peserta yang diharapkan hadir sekitar 20 orang. Hanya penerima undangan. Perwakilan peserta akan membagikan undangan kepada para calon peserta sebelum pelaksanaan Rihlah Dakwah dimulai.

Tiba pada hari yang telah ditentukan, tim Rihlah Dakwah berangkat dari basecamp menuju lokasi liputan. Sepanjang perjalanan dilakukan pengambilan gambar untuk memperkaya hasil liputan. Tiba di lokasi, tim menemui perwakilan peserta untuk mengkonfirmasi undangan yang telah diserahkan. Selanjutnya, tim bergerak mengundang kembali peserta secara lisan untuk hadir di masjid/mushola yang telah ditentukan.

Rihlah Dakwah dilaksanakan pada hari sesuai kesepakatan antara tim dengan peserta. Acara dimulai pada  pukul 10.00 WIB. Sembari menunggu seluruh peserta hadir, satu per satu peserta di data oleh tim untuk mengetahui nama, alamat, usia, dan pekerjaannya.

Pemandu acara membuka pertemuan dengan menyampaikan pengantar seputar maksud dan tujuan pelaksanaan Rihlah Dakwah dan runtutan acara. Selanjutnya, ustadz dipersilahkan untuk menyampaikan materi. Program Rihlah Dakwah terdiri dari 3 episode untuk setiap lokasi. Materi yang disampaikan berbeda-beda setiap episode. Untuk episode pertama materi yang disampaikan seputar tauhid, mengenal Allah dan para utusannya (Nabi dan Rasul). Materi tentang wudhu disampaikan pada episode kedua, dan tentang shalat pada episode terakhir atau ketiga.

Ditengah acara, dibagikan minuman dan makanan ringan untuk para peserta. Sajian tersebut merupakan andil dari para donatur yang secara sukarela menyediakan khusus bagi kegiatan Rihlah Dakwah. Peserta juga mendapat brosur berisi ringkasan materi yang disampaikan oleh ustadz. Tujuan untuk menjaga dan meningkatkan pemahaman peserta yang sebagian besar mengandalkan daya ingat saat menerima penjelasan materi dari ustadz. Penggunaan bahasa lokal disertai cerita dan analogi yang ringan juga merupakan upaya agar penyampaian materi berlangsung efektif. Sesekali peserta diberi kesempatan untuk bertanya seputar materi yang disampaikan.

Menjelang waktu dhuhur, ustadz menutup penjelasannya. Pemandu acara menyampakan kesimpulan dan harapan kepada peserta berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Pada episode tertentu, dilakukan praktek wudhu atau shalat sesuai dengan teori yang telah disampaikan.

Melengkapi komposisi sebuah tayangan, di akhir acara dilakukan wawancara khusus kru MJA TV dengan salah satu peserta atau tokoh masyarakat setempat untuk mengetahui manfaat yang diperoleh dan kesan terhadap acara yang baru saja diikuti. Tak lupa, jika ada harapan-harapan yang mungkin ada ketika  program berakhir.

Mensikapi mayoritas sasaran yang berstatus ekonomi bawah, dengan waktu sehari-hari habis untuk mencari nafkah maka di akhir kegiatan dilakukan pula pemberian santunan. Tim Rihlah memberikan santunan untuk mengganti waktu para peserta yang tersita karena mengikuti Rihlah Dakwah.

Dari sisi tayangan, Rihlah Dakwah menjadi salah satu program unggulan di MJA TV. Kemasan acara yang menggabungkan antara dakwah dan sosial kemasyarakatan menjadi sebuah tayangan yang menarik. Terlebih banyak diantara lokasi yang didatangi tim Rihlah adalah daerah dengan penduduk Muslim yang minoritas, atau umat yang berada di lingkungan dengan kompleksitas hidup seperti lingkungan pasar, terminal atau tempat pembuangan akhir.

Keberhasilan tayangan MJA TV, khususnya Rihlah Dakwah tak luput dari peran serta banyak pihak seperti tokoh masyarakat dan para donatur. Harapan selalu terucap agar program ini dapat terus berjalan, semakin meningkat dan menarik dari waktu ke waktu. Doa terus mengalir agar rahmat dan ridho Allah subhanahu wata’ala selalu tercurah kepada orang-orang yang selalu menanamkan kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama. Amin. (gpu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.