Dzikir dan Muhasabah

Picture3

Dzikir berarti mengingat Allah di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah. Dalam Al Qur’an disebutkan :

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”

[QS Al Ahzab 33:41]

Dengan selalu berdzikir, setiap Muslim diharapkan tidak menjadi orang-orang yang merugi.

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” [QS Al Munaafiquun 63:9]

Orang yang mengingat Allah maka akan diingat pula oleh-Nya.

“Karena itu, ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” [Al Baqarah:152]

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [QS Ali ‘Imran 3:190-191]

Dengan berzikir hati menjadi tenteram.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS 13:28]

Picture2
Muhasabah berasal dari kata hasibah yang artinya adalah menghisab atau pun menghitung. Dalam penggunaan katanya, muhasabah diidentikan dengan menilai diri sendiri atau mengevaluasi, atau pun introspeksi diri.
Muhasabah diartikan sebagai mengintrospeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu akan dirinya sendiri. Dan manusia beruntung akan selalu mempersiapkan dirinya untuk kehidupan kelak yang abadi di akhirat yang pasti adanya.
Dalam Al Qur’an disebutkan :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.  (Q.S.Al-Hasyr (59):18)
Acara Dzikir dan Muhasabah merupakan salah satu acara pilihan selama Ramadhan 1434 H. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Kamis (Malam Jum’at) di Masjid Jami’ Assagaf Surakarta pada pukul 23.30-00.30 WIB.
Anda juga dapat menyimaknya melalui siaran MJA TV di Channel 54 UHF atau melalui live streaming di : www.mjatv.com/stream/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.